ARUS MUDIK LEBARAN: Kemacetan Brexit Mulai Diantisipasi

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman melakukan rapat koordinasi dan peninjauan di Jawa Tengah dalam rangka persiapan arus mudik jelang Idulfitri 2017.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 April 2017  |  16:51 WIB
Antrean kendaraan di pintu keluar tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, pada H-3 Idulfitri tahun lalu. Pemudik mengantre berjam-jam pada H-3 yang menjadi puncak arus mudik. - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman melakukan rapat koordinasi dan peninjauan di Jawa Tengah dalam rangka persiapan arus mudik jelang Idulfitri 2017.

Rakor dan peninjauan tersebut dihadiri oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, dan perwakilan PT Waskita Karya di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jateng.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Satriyo mengungkapkan ada beberapa permasalahan utama dalam persiapan jalur mudik tahun ini misalnya pasar tumpah di jalur non tol wilayah pantura.

“Lalu jalur alternatif yang masih sempit dan kurang fasilitas penerang jalan serta kurangnya SPBU di sepanjang jalur alternatif ," tutur Satriyo melalui siaran pers yang diterima Bisnis pada Jumat (28/4/2017).

Jangan sampai pemudik terjebak macet, tapi tidak tahu ada jalur alternatif

Saat ini ada dua jalur alternatif di sepanjang Pantura yang disiapkan Pemprov Jateng. Jalur pertama Bantarsari-Ketanggungan-Slawi-Randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran-Semarang. Jalur kedua melalui Semarang-Gubug-Godong-Purwodadi-Kunduran-Blora-Cepu-Padangan.

Satriyo optimistis dengan kehadiran jalur tol baru bisa membantu memperlancar arus mudik tahun ini. Pemudik dari arah Jakarta dapat mengambil jalur kanan sebelum alun-alun Kabupaten Batang untuk masuk ke tol arah Gringsing.

"Tahun ini kita sudah dapat mempergunakan jalur tol Grinsing yang setelah Pemalang menuju ke Kabupaten Batang," tutur pejabat asal Probolinggo, Jawa Timur, itu.

Dia pun meminta bantuan kepada Kemenko Kemaritiman untuk mengkoordinasikan strategi komunikasinya agar pemudik dapat mengetahui informasi akurat tentang kepadatan tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, jalur alternatif setelah tol beserta infrastruktur penunjangnya.

"Jangan sampai pemudik terjebak macet, tapi tidak tahu ada jalur alternatif yang dapat membantu mempercepat perjalanannya," ujar Satriyo.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan segera menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan mengundang Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatik, Kementerian Perhubungan, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dan PT Pertamina (Persero).

"Saya ingin mendiskusikan solusinya dengan kementerian dan lembaga terkait setelah melaporkan hasil rakor ini ke pak Menko," ujarnya.

Pemerintah ingin agar permasalahan di jalur mudik tahun lalu seperti misalnya kemacetan di exit tol Brebes Timur (Brexit) tidak kembali terjadi di tahun ini.

Tag : arus mudik
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top