Kembangkan Danau Toba, 80 Ahli Perencana Digandeng

Pemerintah menggandeng 80 ahli perencana untuk mengembangkan Kawasan Pariwisata Danau Toba.
Thomas Mola | 15 Mei 2017 17:32 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) menyapa warga sebelum menyeberangi Danau Toba untuk berkunjung ke Pulau Samosir di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (21/8). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menggandeng 80 ahli perencana untuk mengembangkan Kawasan Pariwisata Danau Toba. Dengan perencanaan yang baik, partisipasi dunia usaha diharapkan dapat meningkat untuk mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.

Bernardus Djonoputro, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, mengatakan perencanaan untuk Kawasan Pariwisata Danau Toba yang melibatkan 80 tenaga perencana merupakan hal baru dan pertama di Indonesia. Menurutnya, perencanaan yang baik sangat penting untuk pengembangan program wisata sebesar Danau Toba.

"Dengan melibatkan 80 perencana dari seluruh Indonesia, proses seperti ini pertama kali di Indonesia. Dengan demikian, rencana pariwisata Danau Toba mendapatkan masukan dari berbagai keahlian dan pengalaman di daerah lain,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/5/2017).

Adapun, ketiga lembaga pemerintah yang mendukung persiapan pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba ialah Kementerian Koordinator Kemaritiman, Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT). Pemerintah, jelasnya, ingin menggunakan pendekatan perencanaan kolaboratif.

Dari diskusi antara pemerintah dan para tenaga perencana terdapat dua isu utama yakni, pertama, pohon masalah wisata dari aspek aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. Kedua, merumuskan langkah-langkah dalam mengatasi akar persoalan wisata.

Untuk aksesibilitas, isu yang mengemuka adalah ketiadaan sistem infrastruktur yang link and match dengan pola mobiilitas wisatawan. Dalam hal amenitas, akar persoalan terletak pada minimnya investasi sarana wisata.

Dari sisi atraksi, akar persoalan terletak pada kualitas produk wisata yang dipasarkan. Langkah kunci yang diusulkan adalah pembentukan dapur bersama dalam keterpaduan perencanaan dan pemrograman infrastruktur secara berkesinambungan. Dapur ini adalah penyedia data dan informasi terkait keputusan pembangunan wisata Danau Toba.

“Pemerintah diharapkan untuk dapat memfokuskan pada penting proses perencanaan dalam setiap rencana pembangunan strategisnya. Pola proses perencanaan kolaboratif ini bisa menjadi model yang cocok diaplikasikan ke kawasan-kawasan prioritas lainnya,” tambah Bernardus.

Seperti diketahui, pembangunan pariwisata nasional menjadi salah satu agenda pembangunan prioritas pemerintah hingga 2019. Pemerintah menargetkan dapat mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara, membuka 13 juta lapangan kerja, dan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata menjadi 15% terhadap PDB nasional.

Kawasan Pariwisata Danau Toba adalah salah satu dari 3 (tiga) kawasan yang diprioritaskan pembangunannya. Salah satu Danau Geopark terbesar di dunia ini terbentang di 8 daerah kabupaten dengan potensi atraksi wisata yang beragam. Salah satu target pembangunan destinasi pariwisata Danau Toba ini adalah 1 juta wisatawan mancanegara dan membawa total investasi US$1 miliar.

Tag : pariwisata, danau toba
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top