BPJS Kesehatan Manfaatkan Teknologi Informasi Genjot Cakupan Potensi Pasar

Perkembangan layanan teknologi informasi dinilai dapat meningkatkan potensi pasar bagi industri finansial. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan pun mencoba strategi teknologi virtual untuk menjangkau cakupan semesta jaminan sosial nasional.
Asteria Desi Kartika Sari | 15 Mei 2017 18:31 WIB
Pasien peserta BPJS Kesehatan didorong menggunakan kursi roda usai pemeriksaan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (13/3). - Antara/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mencoba strategi teknologi virtual untuk menjangkau cakupan semesta jaminan sosial nasional.

Guna menjalankan strategi tersebut, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan PT Infomedia Nusantara (Infomedia) untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mendaftar menjadi angota Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat melalui Call Center 1500-400.

Direktur BPM dan Global Service Infomedia Andang Ashari mengakui Infomedia sangat siap untuk mendukung dan terus mengawal secara operasional guna menopang pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal.

PT Infomedia Nusantara merupakan anak perusahaan dari Telkom Group yang mengkhususkan diri di bidang media penerbitan dan iklan sebagai jembatan komunikasi antar pelaku bisnis dan juga saluran informasi bagi pelanggan telepon Telkom.

“Melalui pelayanan ini, masyarakat memiliki banyak alternatif atau memberikan opsi yang lebih cepat dan mudah untuk masyarakat,” kata Andang, Senin (15/5/2017).

Selain itu, dia mengatakan pihaknya juga siap untuk melayani melalui media sosial lantaran berdasarkan survei, katanya, 70 juta masyarakat Indonesia aktif menggunakan sosial media.

Selain itu, merebaknya risiko serangan siber seperti ransomware berjenis Wannacry yang terjadi akhir-akhir ini, Andang memastikan sistem IT yang mereka miliki tidak terganggu.

“Kami jamin aman, termasuk kejasian yang sekarang virus Wanancry, Insya Allah data kami backup penuh dan sudah kami antisipasi,” katanya.

Dia mengatakan, BPJS Kesehatan merupakan pelayanan publik yang sangan ditunggu-tunggu, oleh karena itu, dia menjamin top priority untuk pengamanan terhadap cyber crime. “ Kami memiliki tim serta sistem security yang tentu sudah kami siapkan secara maksima,” katanya.

Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan cara tersebut dikhususkan untuk membidik calon peserta kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/peserta mandiri dan peserta kategori Bukan Pekerja (BP).

“BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai terobosan dan inovasi serta meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan. Selain itu juga untuk menambah kepuasan peserta menjadi 80%,” ujar Andayani.

Tag : bpjs kesehatan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top