LAPORAN DARI TOKYO: Investasi Energi, Mitsubishi Anggap Indonesia Sangat Penting

Korporasi multinasional Mitsubishi Corp. memberikan komitmen untuk membantu perekonomian Indonesia dengan ikut terlibat dalam sejumlah proyek energi nasional.
Fahmi Achmad | 15 Mei 2017 10:30 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bersama CEO & President Mitsubishi Corp Tahehiko Kakiuchi.

Bisnis.com, TOKYO - Korporasi multinasional Mitsubishi Corp. memberikan komitmen untuk membantu perekonomian Indonesia dengan ikut terlibat dalam sejumlah proyek energi nasional.

Hal itu dikemukakan manajemen Mitsubishi Corp kala bertemu dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan pagi ini di Tokyo. Turut hadir Arifin Tasrif, Duta Besar Indonesia dan Utusan Khusus untuk Jepang Rahmat Gobel.

Dalam pertemuan tersebut hadir CEO & President Mitsubishi Corp Tahehiko Kakiuchi, Executive Vice President-Infrastructure Sakuma, Senior Vice President-Energy Hasegawa, Senior Vice President Global Strategy Takada, Presdir Mitsubishi Corp. Indonesia Kurahashi, Regional Coordinator for Indonesia Komiya.

Tahehiko Kakikuchi mengatakan pihaknya telah berinvestasi sangat lama di Indonesia. Bahkan hubungan kedua pihak telah dimulai sejak 1919. "Total investasi kami lebih dari US$6 miliar dan itu yang terbesar di Indonesia," katanya.

Menurutnya dukungan pemerintah Indonesia juga penting. "Lebih dari 80.000 pekerja Indonesia bekerja di kami, itu jumlah terbanyak di dunia. Jadi Indonesia itu negara yang sangat penting bagi kami," kata Tahehiko Kakiuchi.

Menteri Jonan mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap investasi Mitsubishi di Tanah Air. "Kami berharap ada masukan untuk mengembangkan kerja sama ini," tuturnya.

Jonan menyebutkan pemerintah Indonesia saat ini mengembangkan strategi sektor energi yang membutuhkan investasi besar, untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dan beralih pada sumber gas alam serta energi baru terbarukan.

Selain otomotif, investasi Mitsubishi di sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia meliputi bidang minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, dan pertambangan.

Kegiatan investasi Mitsubishi Corporation di Indonesia di bidang minyak dan gas bumi: Proyek LNG Donggi Senoro; Blok Senoro-Toili: Pemegang PI (20%). Gas dari Blok ini untuk memasok proyek Donggi-Senoro.

Mitsubishi juga ada di LNG Tangguh selaku pemegang PI (16,3%, bersama-sama dengan INPEX)

Selain itu, Mitsubishi juga pemegang PI di Blok Kangean, Jawa Timur (bekerja sama dengan Energi Mega Persada) yang memproduksikan gas untuk memasok pembangkit listrik dan pabrik pupuk, serta industri di JawaTimur.

Mitsubishi melalui jaringan perusahaannya Encore Energy Pte.Ltd yang berpusat di Singapura, memiliki kepemilikan di PT Medco Energy International sebesar 50,7%.

Di bidang ketenagalistrikan, Mitsubishi bertindak sebagai konsorsium pembangunan pembangkit listrik di dua proyek PLN yaitu PLTGU Muara Karang berkapasitas 500 MW dan PLTGU Jawa 2 – Tanjung Priok, kapasitas 800 MW.

Mitsubishi saat ini berupaya untuk ikut terlibat melalui Diamond Generating Asia dalam proyek IPP untuk pengembangan proyek Wayang Windu Geothermal Power di Garut Jabar.

Di bidang Pertambangan, Mitsubishi mempunyai operasi di Indonesia sebagai berikut Proyek Pertambangan Alumunium di Asahan, Sumatra Utara; Kepemilikan pada PT Smelting Gresik yang mengolah tembaga, emas, dan perak.

Selain itu, ada proyek pertambangan dan smelting nickel (bekerja sama dengan PT. Aneka Tambang dan Eramet) di Weda Bay, Pulau Halmahera; Eksportir batu bara Indonesia ke Jepang; dan sebagai pemasok produk baja bagi berbagai industri di Indonesia.

MHI Floating Power Plant adalah proyek yang ditawarkan Mitsubishi untuk mengembangkan ketenagalistrikan di wilayah timur Indonesia melalui penggunaan FSRU yang melintasi pulau-pulau kecil di Indonesia timur. Status saat ini PLN sedang melakukan Feasibility Study.

Tag : ignasius jonan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top