Pemerintah Kebut Pembebasan Lahan Trans Sumatera

Pemerintah kebut proses pengadaan lahan ruas tol Trans Sumatera PekanbaruDumai sepanjang 135 kilometer. Progres lahan yang telah terbebaskan sejauh ini mencapai 50,48%.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 15 Mei 2017  |  21:21 WIB
Foto udara pembangunan jalan tol Medan-Binjai, Sumatra Utara, Sabtu (6/5). - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah kebut proses pengadaan lahan ruas tol Trans Sumatera Pekanbaru—Dumai sepanjang 135 kilometer. Progres lahan yang telah terbebaskan sejauh ini mencapai 50,48%.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyatakan, saat ini proses pembebasan lahan dilakukan paralel dengan konstruksi. Adapun dari enam seksi ruas Pekanbaru—Dumai, konstruksi baru mulai dilakukan pada seksi III di mana lahannya telah terbebaskan 80%.

“Kalau konstruksi baru seksi III yang dimulai, untuk seksi I dan seksi II sebagian pekerjaan struktur,” ujarnya, belum lama ini.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), seksi III sepanjang 17 kilometer yang menghubungkan Petapahan hingga Kandis Utara menjadi perkembangan yang paling besar progres pengadaan lahannya, yakni 80%. Selanjutnya, seksi I Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 kilometer sebesar 78%.

Kemudian seksi VI Duri Utara-Dumai sepanjang 25 kilometer sebesar 45%, seksi II Minas-Petapahan 23 kilometer sebesar 37%, dan seksi V Duri Selatan-Duri Utara sepanjang 28 kilometer sebesar 36%. Sementara itu, seksi yang paling kecil pengadaan lahannya adalah Seksi IV yang menghubungkan Kandis dan Duri Selatan sepanjang 26 kilometer, di mana progresnya baru mencapai 12%.

Seperti diketahui, jalan tol Pekanbaru—Dumai merupakan salah satu dari delapan ruas prioritas Trans Sumatera, yang ditargetkan tersambung pada 2019. Ruas tol yang ditugaskan kepada PT Hutama Karya (Persero) ini memiliki nilai investasi sebesar Rp16,2 triliun, dengan biaya pengadaan tanah diestimasi mencapai Rp974 miliar.

Herry menambahkan, proses pengadaan lahan juga mengalami tantangan pada ruas Medan—Binjai sepanjang 17 kilometer. Alotnya proses pengadaan lahan membuat pemerintah mempertimbangkan untuk mengubah desain konstruksi tol tersebut menjadi melayang (elevated) sepanjang 1,7 kilometer.

“Medan-Binjai [tantangannya] lebih ke pembebasan tanah Grand Sultan yang diokupasi orang lain sehingga agak susah mengeksekusinya. Cara satu-satunya mungkin nanti dikonsinyasi,” ujarnya.

Ruas tol Medan—Binjai terdiri dari tiga seksi, dengan biaya investasi mencapai Rp1,6 triliun. Saat ini progres pengadaan lahan secara keseluruhan telah mencapai 88,1% dengan biaya tanah sebesar Rp495 miliar.

Tag : tol trans sumatra
Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top