Setok BBM di Jateng dan DIY Jelang Ramadan Aman

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV memastikan setok bahan bakar minyak dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY aman menjelang Ramadan dan perayaan Idulfitri
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 16 Mei 2017  |  01:32 WIB
Truk pengangkut BBM Pertamina bersiap melakukan distribusi. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, SEMARANG—PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV memastikan setok bahan bakar minyak dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY aman menjelang Ramadan dan perayaan Idulfitri.

Menghadapi perayaan tahunan tersebut Pertamina menyiapkan setok tambahan yang bervariasi pada tiap-tiap daerah. Untuk produk Premium perusahaan pelat merah tersebut menyiapkan tambahan setok hingga 15% dari rata-rata harian normal.

Produk andalan bahan bakar khusus yaitu Pertalite setoknya ditingkatkan hingga 25%. Adapun Pertamax dan Pertamax Plus naik hingga 20%. Adapun Pertamina Dex dan Dexlite disiapkan kenaikannya hingga 100%.

Sedangkan untuk bahan bakar minyak bersubsidi lainnya yaitu produk Solar setoknya diturunkan dengan rata-rata 2%. Pasalnya, kendaraan-kendaraan besar seperti truk dilarang beroperasi tiga hari menjelang Lebaran.

“Fokus mudik itu ke Jateng. Kami siapkan antisipasi karena pengalaman tahun lalu ada masalah seperti di Brexit jadi persiapan kami akan maksimal berlebihan tidak masalah dari pada kurang,” kata General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Ibnu Chouldum, Senin (15/5).

 

Dia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan ketersediaan bahan bakar minyak di seluruh Jateng dan DIY. Namun di sisi lain jalur Pantura diperkirakan akan tetap menyedot perhatian terbesar. Pihaknya pun tahun ini mempersiapkan 25 titik SPBU kantong dan 19 kios penjualan BBM.

 

SPBU kantong merupakan mobil tanki yang dilengkapi dispenser. Sedangkan kios Pertamina adalah penjualan BBM kemasan isi 2 liter dan 10 liter. Menurut Retail Fuel Marketing Manager Pertamina MOR IV Iin Febrian, fasilitas tersebut dihadirkan agar jika terjadi kemacetan konsumen tidak susah mencari SPBU.

 

Di sisi lain, fasilitas tersebut dapat menjaga kestabilan harga BBM di lapangan. Untuk mendukung pasokan di lapangan pihaknya pun menambah 10% hingga 15% tanki dari saat ini yang berjumlah sekitar 400 unit.

 

“Kelompok bahan bakar Gasoline seperti Premium dan Pertamax Series rata-rata konsumsinya 11.445 kl per hari dan saat Lebaran bisa mencapai 13.877 kl per hari. Sedangkan Solar bisa turun dari rata-rata 5.145 kl per hari jadi 5.050 kl per hari,” ujarnya.

 

Dia manambahkan, untuk tahun ini konsumsi BBM diperkirakan naik di kisaran 6% sampai 8% seiring naiknya penjualan kendaraan bermotor dan pertumbuhan ekonomi. Dia mengakui, realisasi pertumbuhan konsumsi BBM pada Januari-April sudah mencapai persentase tersebut.

 

Tak jauh beda dengan produk BBM, Pertamina MOR IV pun mengantisipasi kenaikan konsumsi LPG baik yang bersubsidi maupun tidak. Rata-rata peningkatan konsumsi siperkirakan sebesar 5% sampai 10%.

 

Manager Domestik Gas Pertamina MOR IV Pierre Janitza Wauran mengatakan peningkatan gas bersubsidi diatisipasi hingga 3.581 MT per hari atau setara hampir 1,2 juta tabung gas. Adapun konsumsi pada waktu normal rata-rata 3.255 MT per hari atau setara 1,08 juta tabung.

 

“Sedangkan untuk LPG non subsidi rata-rata konsumsi harian diantisipasi hingga 298 MT per hari,” tuturnya.

Tag : regional
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top