INSENTIF UKM: Tarif Pengiriman Barang Bisa Turun 3%

Tarif pengiriman barang khusus pelaku usaha kecil menengah (UKM) diperkirakan bisa turun sebesar 3%.
Abdul Rahman | 19 Mei 2017 14:38 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Tarif pengiriman barang khusus pelaku usaha kecil menengah (UKM) diperkirakan bisa turun sebesar 3%.

Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Pengiriman Ekspress, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengatakan, kalkulasi tersebut atas dasar insentif pergudangan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II.

Namun, angka tersebut dinilai masih terlampau kecil. Oleh karena itu Asperindo akan menggandeng pihak lain guna memperbesar persentase penurunan tarif.

"Kami mau ajak maskapai juga agar biaya bisa turun seminim mungkin," katanya kepada Bisnis, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya, perhitungan tersebut masih kasar dan belum dirinci. Sebab biaya gudang termasuk dalam komponen biaya operasional sehingga perlu perhitungan yang lebih rinci.

Pada penandatangan nota kesepahaman awal bulan lalu, AP II menyediakan slot pergudangan berkapasitas 100 ribu ton di 13 bandara yang dikelolanya.

Nantinya, paket kiriman yang dibawa oleh perusahaan anggota Asperindo akan disortir antara produk UKM dan nonUKM. Selain itu, produk-produk UKM yang gampang rusak (perishable) seperti makanan dan bunga segar akan didahulukan.

Dengan berbagai insentif tersebut, diharapkan produk-produk UKM akan bisa bersaing dengan produk-produk dari luar negeri khususnya dalam hal harga.

Hal senada disampaikan oleh konsultan senior Supply Chain Indonesia Zaroni. Dia mengatakan, dengan adanya insentif tersebut pelaku usaha kecil akan terdorong untuk berdagang lewat platform e-commerce.

Pasalnya, kata Zaroni, pelaku usaha tersebut ragu menjual produknya di e-commerce karena adanya komponen biaya pengiriman.

"Poinnya adalah mendorong pelaku usaha kecil percaya diri menjual lewat e-commerce karena biaya pengirimannya lebih rendah," ujarnya.

Dia mengapresiasi upaya Asperindo yang berinisitif membantu UKM. Sebab biasanya upaya tersebut dilakukan oleh pemerintah. Dia berharap perhatian tersebut bisa membuat UKM lebih berdaya saing.

Dukungan terhadap UKM juga dilakukan oleh PT Pos Indonesia yang bekerja sama dengan Shopee, salah satu perusahaan e-commerce.

Posindo dan Shopee memberikan layanan gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia, serta memberikan edukasi bisnis bagi pelaku usaha kecil.

Direktur Utama Posindo Gilarsi W. Setijono menjelaskan, dengan adanya program layanan gratis ongkos kirim yang diinisiasi oleh Shopee, UKM lokal dapat meminimalisir biaya bisnis dan memperluas jangkauan pasar mereka ke seluruh wilayah Indonesia.

Tag : asperindo, biaya logistik
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top