99% dari 56 Juta Pegusaha di Indonesia di Sektor Mikro Informal

Indonesia saat ini baru memiliki 56 juta penduduk dari 270 juta penduduk, yang berprofesi sebagai pengusaha. Sayangnya dari angka tersebut 99% masih berada di sektor bisnis mikro informal. Masalah utama yang dihadapi oleh mereka adalah masih kurangnya pengetahuan dan kompetensi bisnis untuk memgembangkan perusahaan.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 22 Mei 2017  |  22:04 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia saat ini baru memiliki 56 juta penduduk dari 270 juta penduduk, yang berprofesi sebagai pengusaha. Sayangnya dari angka tersebut 99%  masih berada di sektor bisnis mikro informal. Masalah utama yang dihadapi oleh mereka adalah masih kurangnya pengetahuan dan kompetensi bisnis untuk memgembangkan perusahaan.

Terkait mendorong pertumbuhan startup company (perusahaan rintisan) yang berbasis teknologi dari lingkungan LPNK, Perguruan Tinggi dan masyarakat, pada 2017 Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi telah mendanai sebanyak 137 tenant melalui program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) dan 116 tenant melalui Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Perguruan Tinggi (PPBT-PT). Jumlah tenant yang banyak tersebut diharapkan mampu tumbuh menjadi startup company.

Agar tenant tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan menjalankan sebuah perusahaan, Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi mengadakan program Startup Technology Training Camp 2017.

Topik yang diangkat dalam training camp ini adalah Smart Business Map (SBM). Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir hari ini (22/5) secara resmi membuka Startup Technology Training Camp 2017 yang akan dilaksanakan pada 22 Mei - 26 Mei 2017, di Hotel Kartika Candra, Jakarta.

Menristekdikti mengatakan Startup Technology Training Camp 2017 merupakan program yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan pengusaha pemula berbasis teknologi di Indonesia.

“ Ada tujuh prioritas bidang fokus Kemenristekdikti yang perlu diperhatikan dalam pengembangan startup company di Indonesia yaitu bidang pangan, kesehatan & obat, teknologi informasi & komunikasi, pertahanan & keamanan, energi, transportasi, bahan baku & material maju” ujar Menristekdikti dalam keterangan tertulisnya.

Menristekdikti menjelaskan bahwa jumlah pengusaha mikro di Indonesia baru mencapai 2,47 % dan hanya 0,67% merupakan pengusaha berbasis teknologi. Program Start Tech Training Camp 2017 ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah perusahaan mikro berbasis teknologi di Indonesia. Startup company berbasis teknologi memiliki nilai tambah ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak berbasis teknologi.

“ Problem utama bukanlah modal, yang paling penting adalah mindset,” pesan Menristekdikti kepada peserta Start Tech Training Camp. Menristekdikti berharap agar peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini tidak hanya untuk menggali ilmu sebagai bekal menjadi seorang pengusaha, namun juga untuk menjalin jejaring dengan peserta lain yang berasal dari seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan pelatihan ini sendiri yakni para tenant dan inkubator dapat bekerjasama mengaplikasikan metodologi SBM untuk mewujudkan dan mengembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). “Pelatihan yang berlangsung selama lima hari kedepan ini diikuti oleh total peserta lebih kurang 480 orang dari program IBT dan PPBT PT dari seluruh Indonesia yang terdiri dari pengusaha pemula dan mentor bisnis, “ jelas Jumain.

Tag : wirausaha, mendikbud
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top