Rusia Siapkan Pesaing Boeing dan Airbus

Persaingan produsen pesawat penumpang global yang selama ini dikuasai oleh Boeing Co. dan Aribus SA. diperkirakan akan semakin ketat, setelah Rusia mulai gencar mengembangkan alat transportasi serupa.
Yustinus Andri DP | 29 Mei 2017 17:40 WIB
Pesawat penumpang baru buatan Rusia MC-21 masih menjalani uji coba. Proses produksi akan dimulai pada tahun depan. Pesawat ini juga dikenal dengan nama lain yakni MS-21. - Ilustrasi/youtube

Bisnis.com, MOSKOW— Persaingan produsen pesawat penumpang global yang selama ini dikuasai oleh Boeing Co. dan Aribus SA. diperkirakan akan semakin ketat, setelah Rusia mulai gencar mengembangkan alat transportasi serupa.

Fenomena itu mulai tampak setelah perusahaan dirgantara Rusia berhasil melaksanakan ujicoba terbang perdana dari pesawat penumpang jarak jauh MS-21 pada Minggu, 28 Mei 2017 waktu setempat.

Perusahaan pesawat milik negara Rusia Irkut Corporation dalam keterangan resminya mengatakan ujicoba terbang pesawat penumpang model MS-21-300 tersebut dilakukan selama 30 menit. Perusahaan yang merupakan anak usaha dari United Aircraft Corporation (UAC) itu memaparkan bahwa pada rentang waktu tersebut pesawat penumpang tersebut berhasil terbang dengan ketinggian 1.000 meter dengan kecepatan 300 km/jam.

"Misi penerbangan telah selesai. Penerbangannya baik-baik saja, dan tidak ada persoalan yang akan mencegah pengujian lebih lanjut," kata pilot pesawat tersebut Oleg Kononenko, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/5/2017).

Pemerintah Rusia sendiri menyatakan, produk pesawat komersial tersebut akan digunakan maskapai domestik untuk mereduksi ketergantungan pada produk-produk Barat lainnya seperti Boeing dan Airbus.

Di sisi lain, proyek ambisius tersebut juga merupakan persiapan Rusia dalam menghadapi embargo ekonomi dari Barat atas upaya negara tersebut mengintervensi Ukraina. Pasalnya, dalam pertemuan G7 di Sisilia akhir pekan lalu, negara anggota yang salah satunya diisi oleh AS, berencana untuk menerapkan embargo ekonomi baru atas aksi intervensi berlebihan Rusia kepada Ukraina.

Moskow berharap, industri dirgantara nasional dapat mengakomodasi kebutuhan pesawat domestik yang harus diremajakan di tengah ancaman embargo ekonomi dari Barat.

Adapun pesawat MS-21 akan dibangun dalam dua varian yakni MS-21-300 yang memiliki 160-211 kursi, dan MS-21-200 yang akan memilikikapasitas  130-165 kursi. Produksi diperkirakan akan dimulai dalam dua tahun ke depan.

Sementara itu, Presiden UAC Yury Slyusar memperkirakan permintaan global akan model MS-21 akan mencapai 15.000 pesawat selama 20 tahun ke depan.

Media-media yang terafiliasi dengan Pemerintah Rusia mengatakan sejumlah kontrak dengan operator domestik dan asing telah disepakati. Irkut mengumkan bahwa sejauh ini mereka telah mendapat pesanan sebanyak 175 pesawat.

Proyek ini  sendiri didukung penuh oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah dirinya mengucapkan selamat kepada Direktur Utama Irkut Oleg Demchenko atas ujicoba terbang perdananya tersebut.

Uji terbang pesawat komersial produksi domestik yang dilakukan oleh Rusia ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh China pada awal bulan ini. Pada 5 Mei lalu, pesawat penumpang C919 yang dibuat oleh perusahaan milik negara China yakni COMAC berhasil melakukan uji terbang selama 80 menit.

Sama halnya dengan Rusia, China ingin mendobrak dominasi atau duopoli yang selama ini dilakukan oleh Boeing dan Airbus di pasar pesawat komersial global.

Sumber : Reuters

Tag : boeing, airbus, maskapai penerbangan
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top