Indo Medika Utama Masih Andalkan Impor

Distributor alat kesehatan Indo Medika Utama masih mengandalkan impor dari sejumlah negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan untuk memenuhi kebutuhan alat medis berteknologi mutakhir.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 31 Mei 2017  |  00:26 WIB
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Distributor alat kesehatan Indo Medika Utama masih mengandalkan impor dari sejumlah negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan untuk memenuhi kebutuhan alat medis berteknologi mutakhir.

Gabriel Sudarman, CEO PT Indo Medika Utama, mengatakan pihaknya masih terkendala dengan minimnya pasokan alat kesehatan dari produsen domestik, khususnya untuk beberapa alat kesehatan elektromedik

"Potensi pangsa pasar Tanah Air terbilang luas. Sayangnya sampai sekarang produk kami masih impor 90% dari Jepang dan Korea," kata Gabriel kepada Bisnis, Selasa (30/5/2017).

Penjualan alat kesehatan Indo Medika Utama pada kuartal I/2017 mencapai Rp100 miliar, naik 68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan pada kuartal II/2017 diyakini terus akan tumbuh.

Alat kesehatan yang dipasarkan oleh Indo Medika Utama meliputi radiografi analog dan digital, biomedical refrigator, pharmaceutical refrigerator, serta hemodialisis atau cuci darah. Berbagai alat kesehatan tersebut belum dapat dibuat oleh pabrikan dalam negeri.

Indomedika Utama menguasai 10% pangsa pasar alat kesehatan, terutama untuk segmen refrigator. Pangsa pasar diperkirakan meningkat mengingat kebutuhan refrigator akan terus melesat didorong oleh pengadaan dari program Jaminan Kesehatan Nasional. Rumah sakit dan puskesmas dianjurkan untuk memiliki refrigator

Tag : alat kesehatan
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top