Oktober 2017, Semua Pintu Tol Bayar Nontunai

Tingkatkan Penetrasi Pembayaran Non Tunai di Tol, Kementerian PUPR Jalin Kerja Sama dengan Bank Indonesia Bisnis.com, JAKARTAKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjalin kerja sama dalam upaya meningkatkan elektronifikasi pembayaran di jalan tol. Saat ini tingkat pembayaran non tunai di 35 ruas tol seluruh Indonesia masih sebesar 23%, dan diharapkan dapat mencapai 100% pada Oktober 2017.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 31 Mei 2017  |  12:45 WIB
Ilustrasi: Polisi mengatur pengalihan jalur mudik ke arah Cirebon dan Jawa Tengah lewat Sadang dan Subang di pintu tol Cikampek Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (15/8/2012). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjalin kerja sama dalam upaya meningkatkan elektronifikasi pembayaran di jalan tol. Saat ini tingkat pembayaran non tunai di 35 ruas tol seluruh Indonesia masih sebesar 23%, dan diharapkan dapat mencapai 100% pada Oktober 2017.

Hal tersebut tertuang sebagai salah satu butir kerja sama antara BI dan PUPR yang ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo dan Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono, Rabu (31/5).

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menyatakan, pihaknya ikut serta berkontribusi dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digalang oleh Bank Indonesia. Pihaknya juga mengapresiasi arahan yang diberikan Bank Indonesia dalam melakukan sinergi dengan seluruh perbankan dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencapai target yang dicanangkan.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, salah satu tugas kami akan jadi lebih ringan dan lancar. Saya akan patuh pada guidance dari Bank Indonesia khususnya dalam melaksanakan program getaway ke depannya,” ujarnya dalam sambutan, Rabu (31/05).

Agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia saat ini menjadi begitu penting mengingat sasaran akhir pengembangan jalan tol yang berupa penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF), yaitu proses pembayaran tol tanpa henti, yang ditargetkan dapat berjalan pada 2018.

Tahapan menuju pengembangan MLFF tersebut harus didahului dengan terwujudnya perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran nontunai, antara lain dengan penggunaan kartu elektronik dan melalui sosialisasi bersama secara nasional. Selain itu, diperlukan pula infrastruktur pembayaran nontunai yang sudah terintegrasi antar ruas jalan tol

.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, BI dan Kementerian PUPR (Badan Pengatur Jalan Tol) telah menyusun strategi bersama (BI dan Kementerian PUPR) untuk mengembangkan elektronifikasi jalan tol melalui 4 tahapan.

Pertama, tahap elektronifikasi seluruh jalan tol pada Oktober 2017. Kedua, tahap integrasi sistem ruas jalan tol. Ketiga, tahap integrasi ruas jalan tol serta pembentukan Konsorsium Electronic Toll Collection (ETC). Keempat, penerapan MLFF di seluruh gerbang tol.

Tag : jalan tol
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top