Implementasi HET, Ini Strategi Kemendag Lancarkan Pasakon Beras Premium ke Toko Modern

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan telah menyampaikan kepada para peritel untuk menjaga pasokan beras di toko modern
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 September 2017  |  21:33 WIB
Pekerja memegang beras Bulog kualitas super kemasan 5 kilogram di Gudang Bulog Serang, Banten, Selasa (16/5). - Antara/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA- Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan telah menyampaikan kepada para peritel untuk menjaga pasokan beras di toko modern.

Pasalnya, menurut laporan yang diterimanya terjadi kekosongan beras di salah satu ritel modern.

“Saya sudah meminta kepada Aprindo agar pasokan beras di ritel modern jangan sampai kosong,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (13/9).

Tjahya menyatakan telah menyiapkan sejumlah antisipasi apabila nantinya terjadi kekosongan beras di toko modern. Salah satunya dengan meminta kepada pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, untuk mendistribusikan pasokannya.

Namun, permintaan tersebut bukan merupakan penugasan dari pemerintah. Hal tersebut akan dilakukan melalui model business to business antara peritel dan pedagang beras di PIBC.

“[Jika ada kekosongan] saya minta pedagang PIBC untuk isi. Tetapi, bentuknya bukan penugasan hanya B2B,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras menetapkan harga untuk beras medium dan beras premium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NusaTenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan Rp12.800 per kg.

Tag : Harga Beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top