Soal Harga Beras, Simak Kondisi Terkini

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo mengungkapkan sejak akhir Agustus lalu, terjadi kenaikan harga beras. Namun, penyebabnya bukanlah penetapan beleid harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium.
Nurhadi Pratomo
Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 September 2017  |  21:53 WIB
Pekerja membongkar muatan beras Bulog dari kapal, di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Aceh, Rabu (30/8). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA- Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo mengungkapkan sejak akhir Agustus lalu, terjadi kenaikan harga beras. Namun, penyebabnya bukanlah penetapan beleid harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium.

“Kenaikan harga beras hingga bulan ini sudah mencapai 10% disebabkan oleh beberapa faktor,” jelasnya, Rabu (13/9/2017)

Arief menyebut penyebab kenaikan harga beras didorong oleh penurunan produksi di sentra-sentra beras nasional.

Selain itu, fleksibilitas harga yang dilakukan Perum Bulog dengan menaikkan harga pembelian sebesar 10% menjadi faktor pendorong lainnya.

“Jadi ada enggak ada HET harga memang naik. Stok di PIBC memang tersedia tetapi harga memang [sedang] tingg],” jelasnya.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat kenaikan harga beberapa jenis beras pada Rabu (13/9). Beras kualitas medium I naik 1,32% menjadi Rp11.550 per kilogram sementara beras kualitas super I naik 5,84% menjadi Rp13.600 per kilogram.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras menetapkan harga untuk beras medium dan beras premium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NusaTenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan Rp12.800 per kg.

Tag : Harga Beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top