AS Incar Pasar Ekonomi Digital Indonesia

Pesatnya pertumbuhan potensi pasar dari ekonomi digital Indonesia, membuat korporasi asal Amerika Serikat (AS) tertarik untuk ikut serta berbisnis di sektor tersebut.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 13 September 2017  |  23:05 WIB
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— Pesatnya pertumbuhan potensi pasar dari ekonomi digital Indonesia, membuat korporasi asal Amerika Serikat (AS) tertarik untuk ikut serta berbisnis di sektor tersebut.

Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan mengatakan, berdasarkan data yang dihimpunnya, pasar ekonomi digital dianggap sangat menjanjikan.

Pasalnya lima tahun yang lalu hanya 20% masyarakat Indonesia yang mampu mengakses gawai untuk menggunakan internet. Namun kini, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari separuh masyarakat Tanah Air atau mencapai 120 juta orang.

“Jumlah ini akan meningkat menjadi lebih dari 215 juta orang pada 2020. Kondisi ini telah membuka peluang ekonomi yang besar dan sangat menjanjikan,” katanya dalam pertemuan dengan para perwakilan pengusaha AS yang tergabung dalam American Chamber of Commerce untuk Indonesia,dan US Chamber of Commerce, Rabu (13/9/2017).

Dia melihat sektor e-commerce dan fintech akan menjadi bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia. Terlebih menurutnya, pertumbuhan sektor e-commerce di Indonesia telah mencapai lebih dari 40% pada 2016. Pertumbuhan itu, lanjutnya jauh lebih cepat dari China, AS, Filipina, Malaysia dan Thailand.

Potensi itu akan lebih terbuka ketika Pemerintah Indonesia memiliki rencana ambisius untuk memperluas pangsa pasar ekonomi digital hingga US$130 miliar selama tiga tahun ke depan,

 “Saya pikir korporasi AS yang bergerak di sektor finansial dan teknologi dapat memanfaat potensi ini dan menjadi pemain utama di Indonesia. Seperti menjadi penydia infrastruktur jaringan hingga pembuatan aplikasi atau perangkat lunak yang berkaitan dengan bisnis tersebut,” lanjutnya.

Dia pun menyebutkan bahwa perusahaan AS tak perlu khawatir dengan iklim usaha di Indonesia. Pasalnya, menurut Donovan, Pemerintah Indonesia telah terbukti terus memperbaiki iklim usahanya, yang tercermin dari upaya tanah Air memperbaiki peringkat Ease Doing of Business (EODB).

Adapun dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah perwakilan perusahaan multinasional asal AS a.l.  MasterCard, Google Inc, Visa Inc, dan Standard & Poor. Sementara itu dari luar AS turut hadir pula perusahaan seperti Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan Caterpillar Inc. 

Tag : e-commerce, digital
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top