Merek Dagang Berkontribusi Besar Terhadap Ekonomi

International Trademark Assocaition (Inta) merilis studi bahwa banyaknya industri yang intensif menggunakan merek dagang berkontribusi signifikan terhadap kondisi ekonomi di sebuah negara.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 14 September 2017  |  17:13 WIB
Chief Representative Officer Inta Seth Hays (kiri) - www.inta.org

Bisnis.com, JAKARTA — International Trademark Assocaition (Inta) merilis studi bahwa banyaknya industri yang intensif menggunakan merek dagang berkontribusi signifikan terhadap kondisi ekonomi di sebuah negara.

Analisis yang dihasilkan berasal dari lima negara besar Asean (Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura) menunjukkan bahwa penerapan merek dagang secara intensif dapat meningkatkan ketersediaan lapangan kerja di berbagai sektor, serta berkontribusi positif pada perdagangan internasional.

Inta bekerja sama dengan Frontier Economics, sebuah firma riset ekonomi, menghadirkan studi pertama kalinya yang menganalisis korelasi antara penggunaan merek dagang dan dampak ekonominya. Caranya dengan mengalisis sejumlah indikator perekonomian seperti PDB, pangsa ekspor, dan lapangan pekerjaan.

Chief Representative Officer Seth Hays mengatakan studi ini menggarisbawahi potensi besar pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor usaha, yang dapat dibuka dengan mempromosikan nilai merek dagang di kalangan komunitas bisnis, pemerintah dan masyarakat.

“Seiring kami melakukan eksplorasi pada implikasi jangka panjang ekonomi dan sosial dari merek dagang dan hak kekayaan intelektual, keterlibatan sektor publik dan swasta terkait isu ini menjadi sangat penting,” tuturnya, Kamis (14/9/2017).

Seth menjelaskan riset ini menggunakan metodologi yang digunakan oleh Kantor HKI Uni Eropa (EUIPO) serta Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO), sehingga hasil dari laporan yang ada di Asean juga menunjukkan hal yang serupa terkait dengan penerapan merek dagang yang intensif.

Di Eropa sendiri, sejak 2011 hingga 2013, industri KI menghasilkan lebih dari 42% dari aktivitas ekonomi, industri mereka dagang itu sendiri menghasilkan 4,8 triliun euro atau 35% dari aktivitas KI.

Khusus di Indonesia, data yang diambil dari 2012 – 2015 menunjukkan bahwa industri yang secara intensif menggunakan merek dagang telah memberikan kontribusi sebesar 21% pada PDB dan 51% kontribusi secara tidak langsung lewat rantai pasok.

Industri yang banyak menggunakan merek dagang di Indonesia menyumbangkan 27% pangsa ekspor negara, termasuk sektor makanan minuman yang menyumbang 19% dari nilai tambah manufaktur.

Dalam hal lapangan kerja, pekerja di industri yang intensif menggunakan merek dagang mewakili 26% dari total lapangan kerja.

Gunawan Suryomurcito, dari Suryomurcito and Co. mengatakan industri yang menggunakan merek dagang secara intensif terbukti memberikan dampak positif terhadap ekonomi di pasar-pasar besar Asean.

“Kalau selama ini kami hanya fokus pada aspek perlindungan KI, sekarang telah dibukakan wawasan kita mengenai peluang ekonominya,” katanya.

Menurutnya, studi ini dapat memberikan hubungan antara industri yang menerapkan merek dagang secara intensif dan dampak yang mereka berikan terhadap pertumbuhan lapangan kerja, pembangunan ekonomi hingga perdagangan internasional.

Inta sendiri merupakan asosisai nonprofit yang beranggotakan sebanyak 7.000 pemilik merek dagang, profesional, dan akademisi lebih dari 190 negara.

Tag : merek, merek dagang
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top