Neraca Perdagangan Agustus 2017 Diprediksi Kembali Surplus

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri memprediksi neraca perdagangan pada Agustus 2017 akan kembali surplus.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 September 2017  |  20:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri  memprediksi neraca perdagangan pada Agustus 2017 akan kembali surplus.

Naiknya impor pada Juli 2017 menurutnya menjadi indikasi bahwa akan terjadi peningkatan produksi sektor industri yang akhirnya mendorong ekspor.

“Tidak ada kekhawatiran defisit melebar dari Juli 2017 karena kalau dilihat dari data periode itu kenaikan yang signifikan dari migas terutama minyak dan itu sifatnya temporer,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (14/9).

Kasan menilai pasar-pasar tradisional ekspor RI seperti Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan terus menujukkan perbaikan pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, hal itu akan turut mendongkrak kinerja ekspor nasional.

“Saya perkirakan ekspor ke negara-negara tersebut masih tetap naik begitu pula ke negara tujuan non tradisional seperti kawasan Timur Tengah,” imbuhnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Perdagangan Benny Soetrisno meyakini neraca perdagangan RI bakal kembali surplus setelah bulan lalu mengalami defisit.

Hal itu didorong kegiatan perekonomian yang mulai kembali berjalan normal setelah periode sebelumnya terpotong oleh libur Lebaran.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI mengalami defisit pada Juli 2017 sebesar US$270 juta. Hal itu disebabkan dari nilai ekspor US$13,62 miliar lebih kecil dibandingkan dengan impor US$13,89 miliar.

Tag : Neraca Perdagangan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top