Pasokan Beras Premium di Toko Modern, Pemasok Sebut Soal Trading Term

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo menjelaskan stok beras mereka di salah satu ritel modern memang sebagian besar telah ditarik.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 September 2017  |  19:34 WIB
Pedagang menyortir beras sebelum didistribusikan di Pasar Induk Cipinang Jakarta. - Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA- Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo menjelaskan stok beras mereka di salah satu ritel modern memang sebagian besar telah ditarik.

Menurutnya, saat ini para peritel masih melakukan penghitungan ulang untuk trading term yang baru.

“Nah ritel kalau dengan harga Rp12.800 tetapi pakai perjanjian yang sebelumnya rugi makanya dikalkulasi ulang antara ritel modern dengan produsen,” paparnya.

Akibat dari penghitungan ulang tersebut, sambungnya, para peritel belum melakukan PO untuk beras produksi Food Station. Beberapa toko modern hanya memajang stok beras yang lama.

Menurutnya, sampai ada kesepakatan baru, para peritel belum akan menjual atau menambah pasokan beras. Penambahan baru dilakukan jika sudah ada kesepakatan trading terms antara peritel dan produsen beras.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras menetapkan harga untuk beras medium dan beras premium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NusaTenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan Rp12.800 per kg.   Aturan tersebut berlaku baik di pasar tradisional maupun toko modern.

Pemerintah saat ini masih memberikan toleransi untuk menghabiskan stok beras yang lama dan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah ketentuan yang tertuang dalam penetapan HET. Rencananya, evaluasi implementasi akan ditinjau langsung oleh Menteri Perdagangan pada pekan depan.

 

Tag : Harga Beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top