Harga Beras Naik 10%, Pasar Induk Beras Cipinang Lakukan Early Warning System

PT Food Station Tjipinang Jaya selaku pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) meminta kepada pemerintah untuk melakukan operasi pasar dengan menyiapkan 75.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP)
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 September 2017  |  19:42 WIB
Pekerja mengemas beras di gudang Bulog Serang, Banten, Senin (11/9). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA- PT Food Station Tjipinang Jaya selaku pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) meminta kepada pemerintah untuk melakukan operasi pasar dengan menyiapkan 75.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP).

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo mengungkapkan permintaan tersebut menyusul terjadinya kenaikan harga beras hingga 10%. Untuk menjaga pergerakan harga, pihaknya berharap dilakukan operasi pasar oleh pemerintah.

“Kami ingin memasukkan dengan harga yang lebih rendah sehingga terjadi keseimbangan harga yang baru. Food Station sudah ada early warning system sebelum gaduh [karena kenaikkan harga] kita sampaikan kepada pemangku kepentingan perberasan,” ujarnya saat dihubungi Kamis (14/9).

Arief menjelaskan stok beras yang masuk ke Cipinang berada dalam kondisi normal. Namun, harga beras tersebut cenderung mengalami kenaikkan.

Oleh karena itu, pihaknya ingin mendistorsi harga pasar dengan menggelontorkan beras pemerintah dengan harga yang lebih rendah. “Food Station meminta adanya plafon beras sebanyak 75.000 ton dengan asumsi kebutuhan sebulan sekitar 15.000 ton.” 

Tag : Harga Beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top