Produsen Rock Wool Tingkatkan Kapasitas Pabrik

PT Nichias Rockwool meningkatkan kapasitas produksi rock wool sebanyak 20.000 ton per tahun guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus tumbuh.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 14 September 2017  |  11:50 WIB
Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nichias Rockwool meningkatkan kapasitas produksi rock wool sebanyak 20.000 ton per tahun guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus tumbuh.

‎‎‎Haris Munandar, ‎Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menyampaikan iklim usaha di Indonesia masih bertumbuh secara positif pada tahun ini. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pabrikan PT Nichias Rockwool untuk berinvestasi dengan menambah kapasitas produksi. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor jenis rock wool sehingga menghemat devisa negara.

“Momentum ini juga menjadi salah satu indikasi bahwa Indonesia adalah negara yang menjanjikan untuk investasi sekaligus pasar yang sangat potensial,” kata Haris dalam siaran pers, Kamis (14/9/2017).‎

Haris mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi terhadap upaya perusahaan tersebut yang telah menerapkan teknologi terbaru pada proses produksinya terutama untuk metode peleburan.

“Penggunaan teknologi baru ini tentunya membawa manfaat bagi perusahaan dan lingkungan,” ujarnya pada peresmian line produksi ketiga PT Nichias Rockwool di Cikampek, Karawang, Kamis (14/9/2017).‎

Selain itu, penggunaan teknologi yang ramah energi dan efisien akan menghemat sumber daya alam dan mengurangi emisi gas rumah kaca. “Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan industri hijau yang bersahabat dengan lingkungan dan berkelanjutan,” imbuhnya.‎

Dia berharap, PT Nichias Rockwool Indonesia agar aktif melakukan penelitian dan pengembangan untuk diversifikasi produk sehingga akan mampu memenuhi kebutuhan konsumen masa depan dan meningkatkan daya saing perusahaan.

“Saat ini produk rock wool telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) supaya bisa menjamin kualitas produk dan meningkatkan keamanan bagi konsumen serta mewujudkan persaingan bisnis yang sehat,” katanya.‎

Direktur Utama PT Nichias Rockwool Indonesia Satoshi Dohi menjelaskan, penambahan line produksi ketiga ini membuat kapasitas produksi pabrik menjadi 35.000 ton per tahun. Nilai investasi‎ untuk membangun pabrik ini mencapai US$40 juta. Perusahaan ini berdiri di‎ lahan seluas 72.980 m2 ‎dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 350 orang.‎

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1995 ini, awalnya mengoperasikan pabrik rock wool dengan kapasitas produksi 5.000 ton per tahun. Kemudian pembangunan line produksi kedua dengan kapasitas 10.000 ton per tahun pada 2012. Produk rock wool tersebut dipasarkan dengan merek dagang Rock Wool TOMBO MG Product.

Satoshi Dohi menerangkan, rock wool merupakan mineral wool berbahan baku batuan alam. Sementara itu, mineral wool berupa serat pintal anorganik dari mineral, yang dibuat dengan cara melelehkan bahan baku mineral pada suhu tinggi kemudian dicampur cairan resin dengan cara dihembuskan dengan tekanan tertentu atau dengan metode lainnya sehingga terbentuk serat.

Keunggulan produk rock wool yaitu sebagai bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api sehingga banyak digunakan dalam pembangunan gedung, peralatan proses produksi di industri dan perkapalan. Bahkan saat ini diterapkan juga sebagai media tanam hidroponik.‎

Tag : industri
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top