Menteri PUPR: Bangun Infrastruktur Bukan Untuk Bermewah Mewahan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono menyebut pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah dikebut oleh pemerintah bukan untuk bermewah-mewahan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 14 September 2017  |  01:59 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (depan) - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono menyebut pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah dikebut oleh pemerintah bukan untuk bermewah-mewahan.

"Apapun yang kita bangun bukan untuk bermewah-mewahan, kemacetan dimana-mana tetapi untuk mengejar ketertinggalan kita di sektor infrastruktur itu. Kawasan perbatasan dibangun bukan untuk bermewah-mewahan," ujarnya saat memberikan kuliah umum di Universitas Gajah Mada, Rabu (13/9).

Sejumlah infrastruktur yang dibangun untuk meningkatkan daya saing indonesia. Saat ini daya saing Indonesia diposisi 60, pihaknya akan meningkatkan daya saing menjadi di peringkat 40.

"Tantangannya kita sering disampaikan dalam kompetisi, kompetisi ini bukan masalah yang besar maupun kecil tapi cepat dan lambat.

Semua negara walaupun bergandengan tangan tetapi juga ada persaingan. Di pariwisata misalnya negara saling bersaing untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan," tutur Basoeki.

Saat ini tengah terjadi disparitas antar wilayah yang ada di Indonesia. Pulau Jawa dan Sumatera saat ini sudah memiliki prasarana dasar yang dibangun pemerintahan dulu sehingga sekarang meningkatkan melalui program pemeliharaan.

Namun, untuk pulau lainnya seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua dan NTT, pihaknya membangun sejumlah prasarana dasar.

Dia tak memungkiri terjadinya urbanisasi sebesar 53% masyarakat pindah ke kota bukanlah merupakan beban tetapi menjadi engine of growth untuk pertumbuhan dan peningkatan daya saing nasional.

Tag : Kementerian PUPR
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top