4 Tantangan Membangun Infrastruktur di Indonesia

4 Tantangan Membangun Infrastruktur di Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan ahli geologi harus memiliki terobosan tersediri dalam pembangunan infrastruktur. Pasalnya, kondisi alam menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur.
Yanita Petriella | 14 September 2017 08:58 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan ahli geologi harus memiliki terobosan tersediri dalam pembangunan infrastruktur. Pasalnya, kondisi alam menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur.

"Ada empat tantangan yakni gempa bumi, tanah lunak, gunung merapi dan curah hujan," ujarnya, Rabu (13/8/2017).

Gempa bumi menjadi tantangan besar terutama dalam pembangunan bendungan. Bendungan yang ada sebanyak 231 tersebut tidak ada satu pun bendungan yang tidak dilewati sesar.

"Bendung Kedung Ombo Purwodadi ditunda 2 tahun pembangunannya dalam feasibility studinya karena terdapat kalimat aktif sesar. Hal itu yang menunda 2 tahun. Diteliti dulu tapi akhirnya Dibangun. Kita harus lebih dalam detail studi dan pasti ada teknologi untuk mengatasi itu," ucap Basoeki.

Tantangan kedua, yakni tanah lunak dan gambut yang ada di bendungan, jalan, rumah dan kawasan perbatasan.

"Di Papua Dalam 1 lajur tidak nyampe ratusan kilo ada perubahan formasi dari gambut, rawa. Lalu kami konsultasikan dengan ITB untuk solusi yang baik," katanya.

Selain itu, gunung merapi menjadi tantangan tersendiri yakni lahar dingin dan lahar panas. Kami bangun sabuk-sabuk dam.

"Pasir ditahan air bisa lewat. Kami bikin di Gunung Semeru, Merapi bikin sabuk dam," ujarnya.

Tantangan lainnya, yakni curah hujan dimana curah hujan di Indonesia 1000 mm hingga 4500 mm. Kondisi tahun ini curah hujan tidak terlalu banyak dan terlalu dikit.

"Tahun ini tidak sekering 2015 karena tidak adanya Elnino dan tidak sebasah 2016," ucap Basoeki

Tag : Kementerian PUPR
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top