Konstruksi Tol Cisumdawu Terus Digenjot. Ditargetkan Beroperasi Tahun 2019

Tol Cisumdawu ditargetkan beroperasi pada 2019. Tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara wilayah tengah dan utara Jawa Barat sehingga dapat mengurangi biaya logistik.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 14 September 2017  |  16:35 WIB
Foto aerial proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di kawasan Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (30/5). - Antara/Fahrul Jayadiputra

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah terus mengupayakan konstruksi jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan atau Cisumdawu yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional dapat berjalan sesuai target.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan, Tol Cisumdawu ditargetkan beroperasi pada 2019.  Tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara wilayah tengah dan utara Jawa Barat sehingga dapat mengurangi biaya logistik.

“Tol ini juga akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (14/9/2017).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, konstruksi Seksi 2 Phase I Ranca Kalong-Ciherang (6,35 km) kini sudah dalam penyelesaian akhir. Sedangkan untuk Seksi 2 Phase II Ciherang-Sumedang (10,70 km), progres konstruksinya telah di atas rencana dengan realisasi 13%, sementara rencana 11%.

Salah satu pekerjaan konstruksi pada seksi ini adalah pembangunan terowongan menembus bukit di Desa Cilengser dengan panjang terowongan mencapai 472 meter dan diameter 14 meter. Saat ini sudah berhasil menembus sepanjang 65 meter.

Selain itu, pada ruas ini dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel, saat ini berada pada tahap pengecoran pilar. Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 tahap II selesai seluruhnya dan beroperasi pada 2019.

Jalan tol ini juga akan mempersingkat waktu tempuh Bandung –  Sumedang yang merupakan kawasan konsentrasi pendidikan, sekaligus membagi beban lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran yang selalu padat serta akan terkoneksi dengan Tol Cikampek – Palimanan yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa.

Pembangunan Tol Cisumdawu (61,1 km) membutuhkan biaya besar yakni mencapai Rp 8,41 triliun yang pengerjaannya dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk meningkatkan kelayakan investasi di ruas jalan tol tersebut, Pemerintah memberikan dukungan berupa pembiayaan dan konstruksi pada Seksi 1 Cileunyi-Ranca Kalong (11,45 km) dan Seksi 2 Ranca Kalong – Sumedang (17,05 km).

Untuk Seksi 1, saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan, dengan tanah bebas kini sudah 37,43%.

Sementara pada seksi 3 hingga seksi 6 (32,6 km) yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka- Legok-Ujungjaya-Dawuan dan akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dibangun oleh BUJT yakni PT. Citra Karya Jabar Tol.

Saat ini keempat seksi tersebut masih dalam tahap pengadaan lahan, pada Seksi 3 Sumedang-Cimalaka (3,75 km) pembebasan lahan sudah mencapai 98%.

Sementara untuk lahan Seksi 4-6 dalam proses revisi penetapan lokasi dan persiapan dana talangan untuk pembebasan lahan oleh BUJT.  Ditargetkan pengadaan lahan selesai pada April 2018.

Komposisi saham PT. Citra Karya Jabar Tol sebagai pemegang hak konsesi Tol Cisumdawu selama 40 tahun yakni PT. Citra Marga Nusaphala Persada (51%), PT. Waskita Karya (15%), PT. Pembangunan Perumahan (14%), PT. Brantas Abipraya (10%) dan PT. Jasa Sarana (10%). 

Tag : cisumdawu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top