Masih Terkendala Lahan, Pembangunan Tol Cisumdawu Dipacu

Pembangunan jalan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) dipacu untuk mengejar target operasional pada 2019, meskipun pembebasan lahan masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan.
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 14 September 2017  |  16:24 WIB
Proyek jalan tol Cileunyi/Sumedang/Dawuan, (PUPR)

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) dipacu untuk mengejar target operasional pada 2019, meskipun pembebasan lahan masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan.

Infrastruktur yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tengah digarap konstruksi Seksi 2 Phase I Ranca Kalong-Ciherang (6,35 km) kini sudah dalam penyelesaian akhir. Sedangkan untuk Seksi 2 Phase II Ciherang-Sumedang (10,70 km), progres konstruksinya telah di atas rencana dengan realisasi 13%, sementara rencana 11%.

Salah satu pekerjaan konstruksi pada seksi ini adalah pembangunan terowongan menembus bukit di Desa Cilengser dengan panjang terowongan mencapai 472 meter dengan diameter 14 meter di mana saat ini sudah berhasil menembus sepanjang 65 meter.

Selain itu, pada ruas ini juga dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel, yang saat ini tahap pengecoran pilar. Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 tahap II akan selesai seluruhnya dan beroperasi pada 2019.

“Tol Cisumdawu merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tengah kita lakukan percepatan penyelesaiannya agar dapat beroperasi seluruhnya pada 2019. Dengan selesainya Tol Cisumdawu nanti diharapkan meningkatkan konektivitas antar wilayah Tengah dengan Utara Jawa Barat, sehingga mengurangi biaya logistik dan meningkatkan produktivitas. Tol ini juga akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Kamis (14/9/2017).

Basuki menjelaskan, jalan tol ini juga akan mempersingkat waktu tempuh Bandung – Sumedang yang merupakan kawasan konsentrasi pendidikan, sekaligus membagi beban lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran yang selalu padat, serta akan terkoneksi dengan Tol Cikampek–Palimanan yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa.

Pembangunan Tol Cisumdawu (61,1 km) membutuhkan biaya besar yakni mencapai Rp8,41 triliun yang pengerjaannya dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk meningkatkan kelayakan investasi di ruas jalan tol tersebut, Pemerintah memberikan dukungan berupa pembiayaan dan konstruksi pada Seksi 1 Cileunyi-Ranca Kalong (11,45 km) dan Seksi 2 Ranca Kalong – Sumedang (17,05 km). Untuk Seksi 1 saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan, di mana progres tanah bebas kini sudah 37.43%.

Sementara pada seksi 3 hingga seksi 6 (32,6 km) yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka- Legok-Ujungjaya-Dawuan dan akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dibangun oleh BUJT yakni PT. Citra Karya Jabar Tol. Saat ini keempat seksi tersebut masih dalam tahap pengadaan lahan, dimana pada Seksi 3 Sumedang-Cimalak (3,75 km) sudah bebas tanahnya 98%.

Sementara untuk lahan Seksi 4-6 dalam proses revisi penetapan lokasi dan persiapan dana talangan untuk pembebasan lahan oleh BUJT. Ditargetkan pengadaan lahan akan selesai pada bulan April 2018.

Komposisi saham PT. Citra Karya Jabar Tol sebagai pemegang hak konsesi Tol Cisumdawu selama 40 tahun yakni PT. Citra Marga Nusaphala Persada (51%), PT. Waskita Karya (15%), PT. Pembangunan Perumahan (14%), PT. Brantas Abipraya (10%) dan PT. Jasa Sarana (10%).

 

Tag : cisumdawu
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top