Kemenhub: Manusia Penyebab Kecelakaan Tertinggi

Kementerian Perhubungan menekankan manusia menjadi penyebab terbesar dalam kecelakaan di jalan raya pada angkutan barang dan penumpang.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 14 September 2017  |  17:34 WIB
Warga bergotong-royong melakukan evakuasi bangkai mobil mikrolet bernopol N 1801 UG yang ringsek usai terlibat kecelakaan beruntun di Karangploso, Malang, Jawa Timur, Jumat (25/8). Kecelakaan beruntun yang melibatkan satu truk tronton, dua mobil dan tiga sepeda motor tersebut mengakibatkan empat korban tewas dan belasan lainnya luka-luka. - Antara/Dita AR

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menekankan manusia menjadi penyebab terbesar dalam kecelakaan di jalan raya pada angkutan barang dan penumpang.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hindro Surahmat mengatakan di beberapa riset kecelakaan yang terjadi di jalan raya pada angkutan umum barang dan penumpang 80%-90% karena manusia.

“Faktor terbesar kecelakaan itu manusia, Indonesia tidak tahu persis [persentasenya]. Di beberapa penelitian 80%-90% persen di manusia,” kata Hindro di Jakarta pada Kamis (14/9/2017).

Dia menjelaskan manusia juga menjadi penentu faktor lain penyebab kecelakaan di jalan raya yang melibatkan angkutan barang dan penumpang.

Kendaraan-kendaraan baik barang maupun penumpang, ujarnya, pada awalnya bisa saja dinyatakan laik jalan ketika dilakukan pemeriksaan seperti di pool atau garasi, tetapi kendaraan tersebut tidak menutup kemungkinan bisa jadi tidak laik ketika berada di tengah jalan.

Hindro mencontohkan angkutan barang truk dengan muatan berlebih bisa mengalami masalah teknis pada rem ketika berada di jalanan menurun meskipun pada awalnya kondisi rem dalam kondisi baik.

Keadaan tersebut, lanjutnya, lantaran rem pada kendaraan-kendaraan angkutan barang truk tidak didesain untuk muatan berlebih (overload). “Jadi, overload harusnya tidak toleransi, pada jalan menurun bisa blong karena berat, itu yang kadang tidak dipenuhi, manusia penentunya.”

 

Tag : kecelakaan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top