Kontribusi Ekspor RI ke China Meningkat hingga Agustus 2017

China masih menjadi pangsa ekspor utama Indonesia hingga Agustus 2017 dengan kontribusi sebesar US$12,68 miliar.
Nurhadi Pratomo
Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 15 September 2017  |  13:12 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — China masih menjadi pangsa ekspor utama Indonesia hingga Agustus 2017 dengan kontribusi sebesar US$12,68 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan China masih menjadi pasar utama ekspor Indonesia. Kontribusi ekspor ke negara itu pada Januari 2017—Agustus 2017 sebesar 12,84%. Persentase itu naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,98%. 

“Kenaikan ekspor ke China memengaruhi ke negara lain karena kontribusinya mencapai 1/3 ekspor nasional,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/9).

Suhariyanto menilai kenaikan juga didorong meningkatnya impor China dari berbagai negara yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,7%. Adapun produk utama ekspor Indonesia ke negara tersebut antara lain minyak sawit dan batu bara.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri sebelumnya menilai pasar-pasar tradisional ekspor RI seperti China, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan terus menujukkan perbaikan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, hal itu akan turut mendongkrak kinerja ekspor nasional. 

“Saya perkirakan ekspor ke negara-negara tersebut masih tetap naik begitu pula ke negara tujuan non tradisional seperti kawasan Timur Tengah,” imbuhnya.

BPS mencatat surplus neraca dagang RI pada Agustus 2017 sebesar US$1,72 miliar menjadi yang terbesar sejak 2012. Nilai impor pada periode itu tercatat sebesar US$13,49 miliar sementara ekspor US$15,21 miliar. 

 

 

Tag : china
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top