Gandeng Damri, Jasa Marga Uji Coba JM Access OBU di Tol Sedyatmo

PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Perum Damri melakukan hji coba sistem pembayaran tol berbasis On Board Unit (OBU) di ruas jalan tol Sedyatmo.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 15 September 2017  |  12:12 WIB
Bus Damri - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Perum Damri melakukan hji coba sistem pembayaran tol berbasis On Board Unit (OBU) di ruas jalan tol Sedyatmo.

Uji coba JM Access OBU di GT Prof. Dr. Ir. Soedijatmo, Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng dilakukan dengan memasangkan 300 unit OBU pada bus Damri tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kendaraan khusus yang dilengkapi OBU.

Peluncuran JM Access secara resmi ditandai dengan Penyerahan OBU oleh Direktur Utama Jasa Marga Desy Arryani kepada Direktur Utama Perum Damri Sarmadi Usman yang disaksikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, Direktur Enterprise & Business Telkom Dian Rachmawan, Deputi BUMN KSPP Fadjar Judisiawan dan Pejabat Bank Indonesia, di Gerbang Tol (GT) Prof. Dr. Ir. Soedijatmo (Kapuk), Jumat (15/9).

Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan menyambut baik dukungan Telkom terhadap penggunaan transaksi non tunai.

Menurutnya, Jasa Marga senantiasa berupaya meningkatkan minat pengguna jalan tol untuk segera beralih ke pembayaran elektronik saat bertransaksi di jalan tol, salah satunya melalui peluncuran sistem JM Access OBU.

“Terobosan hari ini merupakan langkah awal, dimana jalur yang digunakan masih dicampur dengan pembayaran berbasis kartu atau hybrid, selanjutnya akan dilaksanakan secara dedicated (jalur khusus) dengan masih menggunakan barrier, serta berikutnya barrier akan dilepas menuju Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (15/09).

Dia menjelaskan, transaksi pembayaran tol melalui JM Access berbasis OBU dapat dimonitor melalui mobile-application yang disebut JM Wallet.

Saldo dari OBU yang digunakan untuk transaksi pembayaran tol disimpan secara online pada aplikasi JM Wallet, yang dapat di-top-up dengan mudah melalui berbagai cara pembayaran, baik melalui ATM Bank, _e-banking_, _convenient store_ dan sebagainya.

OBU merupakan alat sensor yang dipasang pada kendaraan yang terregistrasi dan memiliki saldo secara _online_ yang tersimpan di sistem _database_. Sistem secara otomatis akan memotong deposit saldo OBU milik pengguna jalan saat melewati gerbang/gardu tol. Dengan demikian transaksi pembayaran tol dapat dilakukan tanpa menghentikan kendaraan.

Program MLFF yang diusung oleh Pemerintah akan sangat memudahkan para pengguna jalan tol dalam melakukan transaksi pembayaran berbasis elektronik tanpa harus berhenti dan membuka kaca mobil untuk _tapping_. Hal ini diterapkan sebagai upaya membangun sistem yang mampu mewujudkan transaksi tol yang lancar, efisien, nyaman, dan aman.

Selain JM Access OBU, Jasa Marga juga melakukan uji coba JM Access dalam bentuk kartu pembayaran elektronik dan telah diimplementasikan di Ruas tol Jakarta-Tangerang sejak Juli 2017. Ke depannya, apabila uji coba JM Access OBU dan JM Access _Card_ ini dianggap berhasil, Jasa Marga akan memproduksi dan menjual dalam skala komersial.

JM Access akan melengkapi uang elektronik pembayaran tol yang saat ini sudah beredar di publik. Kelebihan kartu JM Access, selain memberikan kecepatan bertransaksi di jalan tol, sistem yang berisi transaksi ini juga berbasis _server_ sehingga apabila kartu hilang/rusak pengguna jalan dapat melaporkan serta mendapatkan kartu pengganti dan saldo yang terdapat di dalam kartu tetap aman/tidak hilang.

Tag : jasa marga, damri
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top