Wagub Bali Paparkan Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api

Rencana pembangunan jalur kereta api keliling Bali dan jalan pintas ruas Mengwitani, Badung ke Singaraja, Buleleng dipaparkan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kamis (14/9/2017).
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 15 September 2017  |  03:16 WIB
Pramugari menanti kedatangan penumpang di Stasiun - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, DENPASAR—Rencana pembangunan jalur kereta api keliling Bali dan jalan pintas ruas Mengwitani, Badung ke Singaraja, Buleleng dipaparkan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kamis (14/9/2017).

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengatakan proyek infrastruktur tersebut diharapkan segera terealisasi sehingga dapat menunjang pariwisata Bali serta menggerakkan perkonomian masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur ini sangat penting. Untuk itu, kami minta dukungan semua pihak guna mempercepat terealisasinya pembangunan infrastruktur ini,” katanya dikutip dari rilis.

Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan itu, Sudikerta juga memaparkan rencana proyek infrastruktur yang lain yakni pengembangan Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Tanah Ampo, dan pembanguan gelanggang olah raga internasional.

“Kami juga akan melakukan pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai dan membangun bandara baru di Kabupaten Buleleng, wilayah Bali utara,” katanya.

Sudikerta yang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bali I Putu Astawa juga menyampaikan siap untuk berkoordinasi serta melakukan sinkronisasi perencanaan yang telah disusun dengan pihak kementerian terkait.

Sementara itu, Menko Luhut Pandjaitan meminta agar kepala daerah mempertajam kembali berbagai proyek infrastruktur tersebut dan menyusun perencanaan secara matang.

Menurut Luhut, proyek infrastruktur harus dilihat secara integratif, tidak secara parsial, untuk itu Bappenas diminta lebih menajamkan data sehingga lebih lengkap dan sesuai kebutuhan daerah.

“Pelaksanaan proyek juga saya minta transparan, jika ada penyertaan modal itu harus jelas sehingga tidak ada masalah dikemudian hari,” ujarnya dalam rakor yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan pejabat terkait.


Tag : kereta api
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top