KEMENPERIN: Indonesia Masih Jadi Target Investasi

Keenterian Perindustrian menyatakan Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi bagi para pelaku usaha, baik dari domestik maupun internasional yang ingin melakukan ekspansi dan menjadikan basis produksi
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 16 September 2017  |  17:39 WIB
Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan (tengah) berbincang dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) sebelum rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/8). - ANTARA/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian menyatakan Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi bagi para pelaku usaha, baik dari domestik maupun internasional yang ingin melakukan ekspansi dan menjadikan basis produksi.

“Untuk itu, kami memfasilitasi pembangunan kawasan industri, khususnya di luar Jawa,” Kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (16/9/2017).

Dia merinci, saat ini ada 27 kawasan industri yang tengah didorong percepatan pembangunannya oleh pemerintah. Sejumlah 23 kawasan industri di antaranya ditetapkan masuk daftar proyek strategis nasional.

Saat ini sudah ada delapan kawasan industri yang mulai beroperasi. Sisanya, sembilan kawasan industri masih tahap konstruksi serta 10 kawasan industri sedang dalam penyelesaian perencanaan.

“Kawasan industri yang sedang tahap konstruksi diperkirakan dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun akan beroperasi,” ujarnya.

Sementara itu, kawasan industri yang dalam tahap perencanaan diperkirakan satu sampai dua tahun ke depan sudah memasuki tahap konstruksi.

Kawasan industri di luar Jawa yang sudah beroperasi meliputi Kawasan Industri Palu di Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Konawe di Sulawesi Tenggara, Kawasan Industri Bantaeng di Sulawesi Selatan, Kawasan Industri Sei Mangkei di Sumatera Utara, dan Kawasan Industri Dumai di Riau.

Hal ini, kata dia, merupakan salah satu tugas pemerintah untuk pemerataan populasi industri di luar Jawa sekaligus mewujudkan visi pemerintah menciptakan Indonesia sentris dan menyejahterakan ekonomi masyarakat yang inklusif.

Pihaknya pun memacu penumbuhan wirausaha baru di seluruh pelosok daerah di Tanah Air melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).

“Daya saing dan perluasan pasar untuk sektor IKM dapat ditingkatkan dengan digitalisasi. Salah satunya pelaksanaan program yang kami inisiasi, yaitu e-Smart IKM yang merupakan platform digital untuk pengembangan IKM,” tutur Airlangga.

Tag : investasi, kemenperin
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top