Produksi Gas Bumi Indonesia Alami Peningkatan

Produksi gas bumi Indonesia mengalami peningkatan pada Juli 2017. Dilansir dari laporan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, produksi rata-rata gas bumi Juli 2017 tercatat sebanyak 7.781 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).nn
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 16 September 2017  |  19:46 WIB
Liquefied Natural Gas (LNG). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi gas bumi Indonesia mengalami peningkatan pada Juli 2017. Dilansir dari laporan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, produksi rata-rata gas bumi Juli 2017 tercatat sebanyak 7.781 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Sesuai data yang telah kami sinkronkan dengan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas ada kenaikan  212 MMSCFD dibandingkan dengan bulan sebelumnya  7.569 MMSCFD," kata Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial dalam keterangan resmi, Sabtu (16/9/2017).

Dia menjelaskan beberapa faktor yang mendorong kenaikan produksi gas bumi nasional di antaranya produksi rata-rata Pertamina EP yang mengalami kenaikan  30,46 MMSCFD dari sebelumnya 1.024,26 MMSCFD menjadi 1.054,82 MMSCFD. "Ada peningkatan performa produksi dari blok Matindok dan Subang," tuturnya.

Kedua, ENI Muara Bakau juga mengalai kenaikan produksi rata-rata gas dari 192,39 MMSCFD menjadi 450,90 MMSCFD atau naik sebesar 258,51 MMSCFD. Ketiga, kenaikan gas sebesar 153,49 MMSCFD yang diproduksi oleh ConocoPhillips Grissik Ltd. karena disebabkan penyerapan optimum oleh konsumen.

Ego menambahkan terdapat 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menyumbang 80,38% dari produksi gas nasional pada Juli 2017. Kesepuluh KKKS yang dimaksud mulai dari produksi terbesar yaitu Total E&P Indonesie, BP Bureau, Pertamina EP, ConocoPhillips Grissik, ENI Muara Bakau, JOB Pertamina - Medco Tomori Sulawesi, PetroChina International (Jabung), Premier Oil Natuna Sea, Medco E&P Natuna dan Kangean Energy Ind.

Tercatat hingga 14 September 2017, data rata-rata produksi tahunan gas nasional sebesar 7.606 MMSCFD. Angka ini mencapai 96,61% atas target Work Plan and Budget (WP&B) pada 2017.

"Kami optimis akan bisa melampaui target yang ditetapkan dalam WP&B Tahun 2017," katanya.

Tag : migas
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top