Revitalisasi Jalur Kereta Jakarta-Surabaya Dibahas Dengan Jepang

Kemenhub kemungkinan membawa proyek revitalisasi jalur kereta utara Jawa rute Jakarta-Surabaya dalam pertemuan bilateral dengan Pemerintah Jepang pada ASEM TMM 2017.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 18 September 2017  |  22:33 WIB
Ilustrasi kepadatan calon penumpang kereta di Stasiun Pasar Senen Jakarta. - Reuters/Agoes Rudianto

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan kemungkinan akan membawa proyek revitalisasi jalur kereta utara Jawa rute Jakarta-Surabaya dalam pertemuan bilateral dengan Pemerintah Jepang pada 4th Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM) 2017.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya kemungkinan akan membahas revitalisasi jalur kereta api utara Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya saat bertemu dengan Pemerintah Jepang.

Revitalisasi jalur kereta rute Jakarta-Surabaya dilakukan agar moda tranportasi berbasis rel pada rute tersebut dapat berjalan dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer per jam.

“Kalau Jakarta-Surabaya kemungkinan kita bahas, kemungkinan pada saat kita bertemu dengan Jepang,” kata Budi di Jakarta pada Senin (18/9/2017).

Terkait dengan besaran investasi, dia mengaku Kemenhub sedang menghitungnya Menurutnya, pemerintah tengah mengupayakan nilai investasinya turun menjadi sekitar Rp60 triliun dari perhitungan sebelumnya Rp80 triliun.

“Finalisasi besaran itu akan kita exercise lagi, Jepang meneliti apa saja yang akan dibuat di proyek tersebut. Besar kemungkinan lebih turun dari Rp80 triliun,” katanya.

Sebelumnya, Budi mengatakan revitalisasi jalur KA di utara Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya akan dilakukan di jalur existing.

Sementara terkait dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Kemenhub tidak akan mengangkatnya dalam forum karena proyek tersebut karena sudah mature dan tinggal dibicarakan saja.

Oleh karena itu, pihaknya akan menyerahkan hal tersebut kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk melakukan pembicaraan langsung dengan China. “Itu tinggal final, tidak perlu dibahas di tingkat kementerian.”

Dia menuturkan pemerintah bisa saja memberikan sesi bilateral antara KCIC dengan China jika tim perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan perusahaan-perusahaan asal Negeri Panda tersebut datang.

“[Pemerintah memberikan kesempatan kepada KCIC melakukan pertemuan bilateral] bisa iya, bisa tidak. Kalau timnya datang, silakan,” kata Menhub.

Sebelumnya, PT KCIC berencana mengajukan pencairan tahap pertama terkait proyek KA cepat Jakarta-Bandung sekitar US$1 miliar setelah mendapatkan SK penetapan lokasi dari Pemprov Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Tag : kereta api
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top