UKM Juga Bisa Inovatif

Deputy Director World Intellectual Property Organization (WIPO) Office in Singapore Chandra Darusman mengatakan kemajuan sebuah negara dalam kekayaan intelektual tidak melulu bicara mengenai temuan teknologi tinggi.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 19 September 2017  |  10:59 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan batik cap di Desa Parakanyasag, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (12/9). - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha kecil menangah atau UKM sejatinya memiliki potensi besar untuk inovatif. Karena itu, pemerintah diharapkan lebih peka menangkap peluang penemuan kekayaan intelektual dari para pelaku UKM dengan memberi insentif.

Deputy Director World Intellectual Property Organization (WIPO) Office in Singapore Chandra Darusman mengatakan kemajuan sebuah negara dalam kekayaan intelektual tidak melulu bicara mengenai temuan teknologi tinggi.

“Penemuan KI yang datang dari pelosok dan pegunungan dari UKM yang perlu dimasukkan ke sistem hak kekayaan intelektual Pemerintah. Agar semua tertangkap dan dapat digunakan, bicara KI tidak selalu urusan teknologi tinggi,” tuturnya, Senin (18/9/2017).

Untuk mendorong kemajuan KI, menurutnya, setiap negara memiliki strategi masing-masing, khususnya soal insentif yang diberikan. Dia mencontohkan, jika Indonesia saat ini sudah memberikan insentif bagi periset lewat Peraturan Menteri Keuangan dan percepatan penerbitan paten yang datang dari pelaku lokal.

Selain itu, peningkatan kualitas regulasi KI, kemampuan layanan elektronik yang semakin membantu pelaku dan lainnya. Jika bicara daya saing Indonesia dalam penegakan KI di Asean, Chandra mengharapkan ada terobosan agar Indonesia dapat menyaingi Singapore atau Malaysia.

“Kalau kita menggunakan sistem ranking, posisi Indonesia berada di urutan 4 di Asean. Akan tetapi itu relatif, dilihat dari kuantitas hasil riset teknologi yang dimunculkan, sehingga dapat disebut sebagai kemajuan,” ujarnya.

Dia menambahkan kehadiran WIPO salah satunya untuk mendukung pemerintah agar mampu meningkatkan kualitas kebijakan KI di setiap negara. Pasalnya, dengan begitu, diharapkan banyak inovasi yang hadir.

“Kalau negara maju sering kali dikaitkan dengan banyaknya inovasi yang lahir. Misi kami untuk membantu mendorong inovasi melalui sistem HKI,” tambahnya.

Mengenai regulasi KI, Indonesia telah memiliki beberapa kebijakan terbaru, seperti Undang-Undang Merek, Undang-Undang Paten dan lainnya.

Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Dede Mia Yusanti dan Deputy Director WIPO Office in Singapore Candra Darusman dalam konferensi pers agenda Global Innovation Index (GII) yang akan digelar Rabu (20/9/2017). (Bisnis-David Eka Issetiabudi)

 

Tag : ukm
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top