Gas Rembang : SKK Migas Dorong Untuk Industri Lokal

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pemanfaatan gas yang baru ditemukan di Kabupaten Rembang diarahkan untuk kepentingan industri lokal.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 20 September 2017  |  00:46 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, BLORA -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pemanfaatan gas yang baru ditemukan di Kabupaten Rembang diarahkan untuk kepentingan industri lokal.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali Masyhar menuturkan mengatakan pihaknya telah menerima penyusunan rencana pengembangan (plan of development/POD) PT Pertamina Hulu Energi Randugunting. Dalam proposalnya kontraktor memperkirakan dapat berproduksi pada 2017.

"Dealnya [dengan calon pembeli] setelah POD disetujui. Sekarang POD masih dalam evaluasi. Produksinya rencananya ditujukan untuk industri," kata Ali di sela Lokakarya Media SKK Migas - KKKS Jabanusa di Blora, Selasa (19/9/2017).

Dalam catatan SKK Migas, jika tidak dilakukan produksi perusahaan harus mengembalikan areal kerja itu ke negara. "Dulu ketika mengebor di Rembang ada hasilnya, di areal lain belum. Maka mereka putuskan ambil untuk dilanjutkan produksi," katanya.

Areal ini diperkirakan akan menghasilkan gas sebesar 2 Million Standard Cubic Feet per Day (MMCFD). Jika proses persetujuan POD lancar, Ali memperkirakan lapangan gas ini akan mulai berproduksi pada 2018 mendatang.

Saat ini, kata dia, pemerintah Kabupaten Rembang juga tengah mempersiapkan badan usaha milik daerah untuk turut terlibat dalam memaksimalkan manfaat penemuan gas ini.

Akan tetapi, dia belum dapat memperkirakan dalam proses apa BUMD ini terlibat. "Sejauh ini lapangan 100% dikelola pertamina," katanya.

PT Pertamina Hulu Energi Randugunting memperkirakan produksi akan dimulai pada Agustus 2018.

Kedalaman pengeboran diperkirakan antara 900-1.100 meter. Lapangan ini memiliki potensi maksimai 12,94 MMSCFD dengan jangka waktu produksi diperkirakan sekitar 5 tahun. Perusahaan juga mengharapkan BUMD dapat terlibat aktif.

Tag : skk migas
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top