Indonesia Briefing di London, Inggris Tawarkan Kerja Sama Penerbangan

Utusan Khusus Pemerintah Inggris Bidang Perdagangan untuk Asia Richard Graham menyampaikan peluang kerja sama Indonesia dan Inggris masih sangat luas antara lain penerbangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2017  |  12:07 WIB
Ilustrasi: Pesawat udara lepas landas di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (13/6). - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, LONDON - Utusan Khusus Pemerintah Inggris Bidang Perdagangan untuk Asia Richard Graham menyampaikan peluang kerja sama Indonesia dan Inggris masih sangat luas meliputi berbagai sektor antara lain penerbangan (aviation), pertahanan, siber, pendidikan, maritim, dan smart city.

Hal itu disapaikan Graham dalam sambutannya pada Indonesia Briefing diadakan KBRI London, bekerja sama dengan kantor perwakilan Bank Indonesia di London, Atase Perdagangan, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) di gedung KBRI London pada Rabu dini hari WIB (20/9/2017).

Minister Counsellor KBRI London, Thomas Siregar kepada Antara London, Rabu mengatakan acara Indonesia Briefing diadakan untuk pertama di London adalah forum untuk memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi ekonomi, politik, sosial dan budaya, serta berbagai peluang investasi dan perdagangan kepada stakeholder di Inggris.

Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia, Rizal Sukma, menyampaikan Indonesia dengan credential sebagai negara demokrasi terbesar di dunia yang juga merupakan anggota G20, memiliki berbagai potensi yang belum mendapat perhatian dari kalangan bisnis di Eropa khususnya Inggris.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, dalam keynote speech menyapaikan peran perempuan Indonesia sebagai bagian penting pada proses pengambilan keputusan dalam pembangunan di Indonesia. “Perempuan juga memainkan peran penting dalam ekonomi,” ujarnya.

Diskusi panel Indonesia Briefing dipandu pakar dan pemerhati di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya dibagi ke dalam tiga sesi yaitu update mengenai stabilitas politik dan makro ekonomi menampilkan Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia Aida Budiman, Dubes Sondang Anggraini, Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia untuk WTO di Jenewa, Rainier Haryanto dari Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas, Hiramsyah Thaib dari Kementerian Pariwisata, serta Karim Raslan dari KRA Group Consulting.

Sementara itu, mewakili Kementerian Luar Negeri adalah Siswo Pramono, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar menyampaikan kebijakan luar negeri Indonesia baik di regional maupun global.

Pada sesi penutup, dibahas pemberdayaan perempuan Indonesia khususnya dalam politik dan pembangunan oleh Hana A. Satriyo, dari Asia Foundation, sedangkan di bisnis oleh Helianti Hilman, pendiri Javara Culinary, dan peningkatan akses perempuan di sektor keuangan disampaikan Peter Jacobs dari Bank Indonesia.

Antusiasme peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan usaha Inggris sangat luar biasa terlihat dari jumlah peserta mencapai 120 orang. Melihat animo positif penyelenggaraan Indonesia Briefing sebagai sarana updating berbagai stakeholder di Inggris, akan menjadi program prioritas tahunan KBRI London di masa mendatang.

Sumber : Antara

Tag : penerbangan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top