SUTET Ungaran – Batang Selesai 2019

Saluran udara tegangan ekstra tinggi atau SUTET 500 kV Jalur Utara Jawa section 2 jalur Ungaran Pedan di Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Batang telah dimulai dengan perkiraan selesai pada Februari 2019.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 21 September 2017  |  19:39 WIB
Proyek SUTET 500 kV Jalur Utara Jawa section 2 Ungaran Pedan-Batang dimulai dengan ditandai grounbreaking di lokasi Tower 11 di Desa Gebugan Kecamatan Bargas, Kabupaten Semarang, Rabu (20/9). PLN berkomitmen ikut menuntaskan Program 35.000 MW - Bisnis/Pamuji Tri Nastiti

Bisnis.com, SEMARANG – Saluran udara tegangan ekstra tinggi atau SUTET 500 kV Jalur Utara Jawa section 2 jalur Ungaran Pedan di Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Batang telah dimulai dengan perkiraan selesai pada Februari 2019.

SUTET 500 kV Jalur Utara Jawa itu dalam perencanaannya bakal terpasang melintasi 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan 8 kabupaten wilayah Jawa Barat dengan menghubungkan pembangkit listrik dari PLTU Tanjung Jati, PLTU Batang, PLTU Indramayu, hingga gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) Cibatu Baru, Garut.

General Manager PLN Unit Induk Jawa Bagian Tengah II (UIP JBT II) Amihwanuddin mengungkapkan penggalian pertama proyek SUTET Ungaran–Batang sepanjang 88 km merupakan bagian lanjutan jaringan untuk mendukung program penyediaan 35.000 MW oleh pemerintah pusat.

“Akan ada 1.373 tower melintas Jawa Tengah dan Jawa Barat, untuk jalur Ungaran–Batang ada 209 tower. Biaya diperkirakan Rp1,2 triliun hanya untuk pekerjaan saja, belum termasuk pembebasan tanah dan fasilitas lainnya, nanti bisa mencapai Rp2,5 triliun,” ujarnya dalam rangkaian grounbreaking di lokasi Tower 11 di Desa Gebugan Kabupaten Semarang, Rabu (20/9).

Pihak PLN menyatakan SUTET 500 kV Jalur Utara Jawa siap menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali dan akan mengevakuasi daya listrik yang nantinya dihasilkan oleh pembangkit-pembangkit di mana saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Amihwanuddin menambahkan, untuk merealisasikan proyek 35.000 MW dari pemerintah, PLN tidak hanya membangun pembangkit listrik, tetapi perlu menyelaraskan dengan ketersediaan jaringan transmisi dan gardu induk.

“Tugas kami melaksanakan pembangunan transmisi dan gardu induk untuk Jalur Utara Jawa ini dengan tepat waktu, sehingga pada saatnya pembangkit listrik beroperasi, daya listrik dapat dievakuasi menuju ke pusat beban pada pelanggan.”

Selain itu, diharapkan ketersediaan energi ke depan diimbangi dengan masuknya investor dan pertumbuhan industri, sehingga sumber daya listrik yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Sih Riyanto, Manajer PLN Unit Pelaksana Pemeliharaan 3 Semarang menjelaskan pembangunan SUTET 500 kV ini akan dibagi dalam beberapa section; 1 melintasi Tanjung Jati - Ungaran, section 2 (Ungaran-Batang), section 3 (Batang-Mandirancan 1), section 4 (Batang-Mandirancan 2), section 5 (Mandirancan-Indramayu), dan section 6 (Indramayu-Cibatu Baru).

“Jika proyek SUTET 500 kV semua selesai, dengan tambahan daya dari PLTU Tanjung Jati, PLTU Batang, Indramayu, dan lainnya di Jawa maka kesiapan energinya aman,” ujarnya.

Asisten I Sekda Kab Semarang Jati Trimulyanto menuturkan SUTET Ungaran–Batang diharapkan memacu rasio elektrifikasi dan semakin menguatkan sistem kelistrikan kalangan pelaku industri skala sedang dan besar di Kabupaten Semarang dan wilayah-wilayah yang terlintasi.

Permadie Setiakusuma selaku Direktur Utama Karya Mitra Nugraha sebagai pelaksana proyek yakin pengerjaan SUTET Ungaran-Batang bisa tuntas sesuai jadwal. "Kontraknya 2 tahun dan dengan pengalaman juga dukungan semua pihak yang kooperatif, diharapkan bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target di 2019."

Tag : sutet
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top