LRT Dukuh Atas - Kuningan Bakal Dua Arah, Ini Kata KAI

PT Kereta Api Indonesia menginginkan jalur kereta api ringan antara Dukuh Atas sampai Kuningan, Jakarta dibuat lebih dari satu guna menambah kapasitas moda transportasi berbasis rel tersebut.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 21 September 2017  |  17:17 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (30/9). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia menginginkan jalur kereta api ringan  Dukuh Atas sampai Kuningan, Jakarta dibuat lebih dari satu guna menambah kapasitas moda transportasi berbasis rel tersebut.

Direktur Logistik dan Pengembangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Budi Noviantoro mengatakan  bahkan pihaknya menginginkan  empat jalur untuk kereta api ringan (light rail transit/LRT) antara Dukuh Atas dan  Kuningan agar kapasitas yang tersedia lebih banyak.

Menurutnya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) juga akan membangun jalur kereta api ringan di wilayah antara Dukuh Atas dan  Kuningan. “Kalau saya, maunya ada empat jalur supaya kapasitasnya bertambah,” kata Budi, Jakarta, Selasa malam (19/9/2017).

Oleh karena itu, dia menambahkan, pihaknya menginginkan PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) dan PT Jakarta Propertindo masing-masing membangun jalur kereta api ringannya di wilayah antara Dukuh Atas dan Kuningan.

Adhi, ungkapnya, membangun jalur untuk LRT terintegrasi di wilayah Jabodebek atau LRT Jabodebek dan Jakpro membangun jalur untuk LRT Jakarta.

Dia menjelaskan, pihaknya bersama dengan pemerintah dan PT Jakarta Propertindo sedang membahas pembangunan jalur kereta api ringan antara Dukuh Atas dan Kuningan, Jakarta.

Pembahasan tersebut, lanjutnya, untuk menentukan penggunaan jalur, yakni tunggal (single track) atau ganda (double track). “Belum [diputuskan], masih diukur tanahnya cukup atau tidak,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak masalah jika jalur yang akan digunakan hanya satu atau jalur tunggal dan dipakai bersama-sama antara Dukuh Atas dan Kuningan. Namun,  kapasitasnya tidak akan mencukupi.

Terkait jalur tunggal atau jalur ganda, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, jalur kereta api ringan yang akan dibangun dalam rencana induk (masterplan) adalah jalur tunggal.

Kemudian, pembangunan jalur tunggal juga dapat lebih efisien dengan lahan yang tersedia. Meskipun begitu akan terdapat pengecekan kembali luas tanah yang akan dibangun jalur kereta api ringan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kereta api ringan terintegrasi di wilayah Jabodebek dan Jakarta sama-sama akan melewati Stasiun Dukuh Atas. “Jadi dia itu mau satu [jalur tunggal] bareng-bareng, mau jajar atau menumpuk, itu mesti diukur, mau ditetapkan siapa yang tanggung jawab, atau bagaimana,” katanya.

Tag : LRT
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top