Target Produksi Susu Nasional : 2021, Penuhi Permintaan Lokal 41%

Kementerian Perindustrian menargetkan produksi susu nasional pada 2021 dapat memenuhi permintaan pasar lokal sebanyak 41%.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 21 September 2017  |  07:17 WIB
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis - Rachman

Bisnis.com, GARUT -  Kementerian Perindustrian menargetkan produksi susu nasional pada 2021 dapat memenuhi permintaan pasar lokal sebanyak 41%.

Kemudahan dalam berinvestasi di bidang peternakan akan terus digenjot oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan berbagai insentif fiskal. Hal ini berdasarkan data pada 2016 yang mencatat produsen susu nasional hanya bisa memenuhi sebanyak 23% permintaan industri susu olahan. Adapun impor susu nasional tetap mendominasi dengan jumlah persentase yang terpaut jauh.

Panggah Susanto, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mengatakan kondisi komoditas susu di Indonesia memprihatinkan. Produksi nasional susu pada 2016 hanya ‎mencapai 852 ribu ton, padahal konsumsi nasional kurang lebih 3,7 juta ton.

"‎Tingginya ketergantungan bahan baku susu impor merupakan hal yang harus diantisipasi oleh pihak-pihak terkait dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana diamanatkan dalam Nawa Cita," kata Panggah ketika konferensi pers, Rabu (20/9/2017).

Menurutnya, guna ‎mendorong investasi baru untuk komoditas susu pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas salah satunya adalah tax allowance atau pengurangan pajak penghasilan badan. Adapun insentif tersebut sesuai dengan PP Nomor 9 Tahun 2016 tentang fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang usaha tertentu atau di daerah tertentu.

Dalam beleid itu, industri pengolahan susu segar dan krim yang merupakan bidang usaha yang dapat memperoleh kemudahan tersebut. Kemenperin mencatat, jumlah konsumsi susu di Indonesia berada di tingkat 12,01 liter per kapita. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan negara Asean yang mengonsumsi susu sebanyak rerata 20 liter per kapita. ‎

Adapun tingkat konsumsi beberapa negara Asean antara lain, Malaysia 36,2 liter per kapita, Myanmar 26,7 liter per kapita, Thailand 22,2 liter per kapita‎ dan Filipina 17,8 liter per kapita.

"Produktivitas peternak sapi lokal hanya bisa memproduksi sebanyak 13-15 liter per hari untuk satu ekor sapi. Padahal di negara lain dengan teknologi mumpuni bisa memproduksi rata-rata mencapai 25-30 liter per hari untuk seekor sapi," ujarnya.

Tag : produksi susu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top