PTPN XI Gandeng Surveyor Indonesia Awasi Mutu Gula

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menggandeng PT Surveyor Indonesia (PT SI) untuk melakukan pengawasan mutu gula sejalan dengan upaya perseroan menuju kualitas produksi gula GKP 1.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 21 September 2017  |  07:37 WIB
Direktur Utama PTPN XI M. Cholidi (kiri) dan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Arif Zainuddin (kanan) saat penandatanganan MoU pengendalian mutu gula, di Surabaya, Rabu (20/9/2017). - Bisnis.com/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menggandeng PT Surveyor Indonesia (PT SI) untuk melakukan pengawasan mutu gula sejalan dengan upaya perseroan menuju kualitas produksi gula GKP 1.

Direktur Utama PTPN XI M. Cholidi mengatakan target untum memproduksi kualitas Gula Krista Putih (GKP) 1 yakni tahun depan seiring dengan permintaan pasar yang semakin modern dan berkembang.

"Ke depan kita tidak bisa menghindari permintaan pasar. Bahkan sebetulnya kita juga tidak bisa meninggalkan produksi gula yang berwarna kecoklatan. Intinya kami akan menyediakan produk gula sesuai selera pasar," katanya seusai penandatanganan MoU PTPN XI dengan PT SI, Rabu (20/9/2017).

Cholidi mengatakan perseroan bakal memeprkaya varian-varian produk gula baik white sugar, brown sugar dan gula cair yang biasanya sangat dibutuhkan sektor hotwl restoran dan kafe (horeka).

"Kami sudah mulai investasi bertahap. Bentar lagi kami akan promosikan Cube Sigar atau gula kubus," katanya.

Dia menambahkan meski PTPN XI sudah memiliki divisi quality control untuk pengendalian mutu gula, tetapi perseroan membutuhkan PT SI untuk membangun sistem pengendalian mutu yang lebih memenuhi kebutuhan pasar.

Direktur Utama SI, M. Arif Zainuddin mengatakan saat ini pihaknya dengan PTPN XI masih dalam tahap MoU dan belum memasuki kontrak kerja. Namun setelah ini, pihaknya akan menyusun draft mulai dari sistem pembangunan budaya kerja dan mutu.

"Draftnya kami buat dulu sebelum kami ajukan kontraknya, nah apakah nanti dibuat kontrak jangka panjang atau pendek nanti belum tahu," imbuhnya.

Tag : perkebunan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top