Industri Pakan Siapkan Usulan Impor Gandum 200.000 Ton

Gabungan Perusahaan Makanan Ternak berencana mengajukan impor gandum sebagai bahan baku pakan ternak sebesar 200.000 ton.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 21 September 2017  |  22:30 WIB
Petani merontokkan jagung untuk bahan baku pakan ternak di daerah Wanaraja Kabupaten Garut, Jawa Barat. - JIBI/Rachman

Bisnis.com,JAKARTA - Gabungan Perusahaan Makanan Ternak berencana mengajukan impor gandum sebagai bahan baku pakan ternak sebesar 200.000 ton.

Pengajuan impor ini akan dilakukan secara bertahap pada pekan pertama Oktober sebesar 100.000 ton untuk produksi pada November. Selanjutnya, pengajuan pada pekan akhir Oktober sebesar 100.000 ton untuk produksi Desember.

Ketua GPMT Desianto B Utomo menyampaikan, pengajuan impor gandum untuk pakan guna memenuhi kebutuhan bahan baku pakan ternak. Kebutuhan jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak sebesar 650.000 ton per bulan. Namun, penyerapan jagung oleh industri pakan sejak awal tahun hanya 450.000 ton per bulan.

Dia mengatakan industri pakan selama ini menggunakan bahan baku lokal guna menutup kekurangan bahan baku tersebut seperti sorgum, gandum. Selain itu, penggunaan bahan baku lokal terpaksa dilakukan karena harga jagung yang tinggi di atas harga acuan penjualan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Sejak Januari sampai sekarang tidak ada impor gandum untuk pakan maupun jagung. Saat ini belum ada industri yang mengajukan. Namun, rencananya memang akan mengajukan pada Oktober secara bertahap," kata dia.

Desianto menambahkan kuota impor gandum akan diberikan berdasarkan jumlah penyerapan jagung lokal. Ini telah disepakati dalam acara penandatangan surat pernyataan pemasukan gandum sebagai bahan pakan oleh pabrik pakan pada Juli kemarin.

Tag : pakan ternak
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top