Orderan Makin Banyak, BGR Tambah Armada

Saat ini perseroan sudah punya sekitar 400 armada berbagai ukuran. Namun, karena permintaan meningkat maka jumlah armada akan ditambah.nn
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 22 September 2017  |  18:12 WIB
Dirut PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) R. Ruli Adi (dari kiri) berbincang dengan Direktur M. Taufik Hidayat, Direktur Nofrisel, dan Direktur Mohammad Affan, seusai konferensi pers pada ajang IBD Expo 2017, di Jakarta, Kamis (21/9). - JIBI/Dwi Prasetya

 Bisnis.com, JAKARTA-PT Bhanda Ghara Reksa berencana menambah jumlah armadanya tahun ini seiring membanjirnya orderan.

Nofrisel, Direktur Operasi dan Pengembangan BGR mengatakan, saat ini perseroan sudah punya sekitar 400 armada berbagai ukuran. Namun, karena permintaan meningkat maka jumlah armada akan ditambah.

"Tahun ini rencananya akan tambah sekitar 20 unit," katanya kepada Bisnis di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Jenis kendaraan yang akan dibeli BGR yaitu truk tronton flat bed, truk bak rangka besi terbuka dan head truck beserta chasis-nya. Total dana yang disiapkan Rp16 miliar.

Tahun ini orderan BGR meningkat karena perusahaan pelat merah ini banyak bekerja sama dengan sesama BUMN. Di antaranya kerja sama kargo dengan PT Garuda Indonesia Tbk dan pengangkutan material proyek dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP).

Sebelumnya, BGR juga bekerja sama dengan PT Pertamina. Perseroan mendistribusikan bahan baku tambang impor milik perusahaan energi tersebut.

Selain itu BGR mengembangkan aplikasi BGR Enterprise Logistics System (BELS) untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya pendukung termasuk didalamnya pengukuran dan evaluasi armada secara nasional.

Dengan BELS pelanggan BGR dapat mengakses customer relationship management yang akan memudahkan booking order, trace and track, layanan bantuan pelanggan, informasi layanan, informasi jaringan dan personnel, serta informasi indikatif tarif.

Sepanjang 2016 lalu pendapatan BGR tercatat sebesar Rp1,01 triliun atau tumbuh 10,32% secara year on year (y-o-y). Bisnis distribusi perusahaan menjadi penyumbang pendapatan terbesar yakni senilai Rp579,16 miliar, disusul bisnis pergudangan yang menyumbang pendapatan senilai Rp415,69 miliar.

Tag : logistik
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top