USITC Rekomendasikan Trump Tambahkan Bea Masuk Impor Panel Surya

Otoritas Amerika Serikat menemukan adanya kerugian industri domestik akibat impor panel surya dengan harga lebih murah.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 September 2017  |  04:03 WIB
Donald Trump dan Melania Trump saat menyaksikan gerhana matahari total, Senin (21/8/2017) waktu setempat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Amerika Serikat menemukan adanya kerugian industri domestik akibat impor panel surya dengan harga lebih murah.

US International Trade Commission (USITC) merekomendasikan kepada Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan bea masuk tambahan bagi impor panel surya sejalan dengan upaya melindungi produsen kecil di Negeri Paman Sam.

Keempat komisaris USITC telah memutuskan untuk merekomendasikan adanya bea masuk tambahan atau perlindungan perdagangan lainnya pada Jumat (22/9/2017) waktu setempat.

Keputusan itu menyusul keluhan produsen domestik, Suniva Inc, atas masuknya impor panel surya murah yang membuat industri tertekan.

Dalam petisinya, Suniva menyoroti panel surya berasal dari luar negeri seperti China dan negara Asia lainnya membuat produsen di dalam negeri menjadi sulit bersaing. Perusahaan itu merapatkan barisan bersama produsen sejenis asal Jerman, SolarWorld AG.

Namun, rencana penerapan perlindungan perdagangan itu ditentang The Solar Energy Industries Association (SEIA). Asosiasi menilai penerapan kebijakan tersebut justru akan membunuh industri domestik.

“Kami telah memperingatkan bahwa industri surya akan kehilangan 88.000 pekerjaan, atau sepertiga dari angkatan kerjanya, jika perlindungan besar yang diajukan Suniva dalam petisinya diimplementasikan,” ujar Asosiasi seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/9/2017).

SEIA memperkirakan banyak proyek pengembangan dan instalasi panel surya yang tidak selesai jika tarif impor dinaikkan. Pasalnya, pasokan tersebut telah menekan biaya pemasangan hingga 70% sejak 2010.

Tag : panel surya, Donald Trump
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top