IMPLEMENTASI HET: Pasokan Beras Medium di Cipinang Menyusut

Pasokan beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang menyusut menyusul tingginya harga gabah di tingkat petani.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 25 September 2017  |  10:32 WIB
Pasar Induk Beras Cipinang. - .Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasokan beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menyusut menyusul tingginya harga gabah di tingkat petani.

Dalam pantauan yang dilakukan pemerintah ke PIBC, Senin (25/09/2017), sejumlah pedagang mengeluhkan kurangnya pasokan beras medium.

Ketua Koperasi Pasar Induk Cipinang Zulkifli Rasyid mengungkapkan pasokan beras medium saat ini sedang menurun. Menurutnya, hal itu karena pedagang lebih memilih untuk menjual beras premium.

"Harga eceran tertinggi [HET] untuk beras medium sudah tidak masuk tetapi kalau jual premium masih bisa untung," ujarnya saat ditemui di PIBC, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Dia mengatakan harga beras premium di pasaran saat ini masih di bawah ketentuan HET sebesar Rp12.800 per kilogram. Sementara, untuk beras medium harganya sudah di atas Rp9.000 per kg sehingga sulit untuk masuk dengan harga yang ditetapakan pemerintah Rp9.450 per kg.

"Ini yang harus jadi perhatian pemerintah karena 70% masyarakat menengah ke bawah mengonsumsi beras jenis medium," paparnya.

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia ( Perpadi) Sutarto Alimoeso sebelumnya menjelaskan suplai beras saat ini masih dalam kondisi aman. Dengan demikian, diharapkan harga tetap bisa dipertahankan sesuai dengan ketentuan HET.

“Kami sudah mengusulkan kepada Pak Menteri [Perdagangan] untuk pemasukkan beras dari Sulawesi. Pemerintah bisa mengambil beras supaya jangan ada shifting semua pindah ke premium,” paparnya.

Sutarto mengatakan saat ini harga gabah di Pulau Jawa sudah sangat tinggi sehingga sulit untuk menjual beras dengan harga medium. Oleh karena itu, dengan mengambil beras hasil panen dari Sulawesi dengan harga gabah Rp4.100 per kilogram hingga Rp4.600 per kilogram.

“Harga gabah dari Sulawesi bisa masuk untuk diolah menjadi premium dan medium,” imbuhnya.

Tag : Harga Beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top