Sidak Beras: Ditemukan Kemasan Tanpa Label HET, Toko Modern Ditegur

Kementerian Perdagangan menemukan salah satu merek beras yang tak mencantumkan keterangan label kategori beras dan harga sesuai dengan aturan harga eceran tertinggi (HET).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 25 September 2017  |  14:55 WIB
Dirut Bulog Djarot Kusumajati (kiri) didampingi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kanan) memeriksa beras saat peresmian los daging/ikan dan gudang beras di Pasar Induk Modern Cikopo, Purwakarta, Jabar, Selasa (8/8). - ANTARA/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menemukan salah satu merek beras yang tak mencantumkan keterangan label kategori beras dan harga sesuai dengan aturan harga eceran tertinggi (HET).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meninjau langsung implementasi aturan HET di beberapa toko modern di Jakarta, Senin (25/9/2017). Di salah satu toko modern, ditemukan salah satu merek beras yang belum memberikan label kategori dan harga yang diatur pemerintah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan semua beras medium dan premium wajib mencantumkan label. Hal itu untuk memudahkan konsumen dalam membeli beras.

Untuk menghabiskan stok yang lama, sambungnya, peritel dan distributor dapat bekerja sama dengan menempelkan sticker atau cap pada kemasan.

"Harus pasang label, nanti kalau ada ketidaksesuaian bakal ditelusuri sumber kesalahannya dari distributor atau peritel," ujarnyaa saat sidak di salah satu toko modern di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Dari beberapa toko modern yang didatangk hari ini, Wishnu mengatakan pasokan beras telah terisi. Untuk ketersediaan beras premium dan medium bergantung dari lokasi dan segmentasi pasar dari gerai tersebut.

"Untuk ritel dengan segmentasi menengah ke atas memang lebih banyak menyediakan beras jenis premium," imbuhnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin telah memprediksi penjualan di toko modern bakal di dominasi oleh beras kategori premium dan khusus. Kendati demikian, peritel tetap bakal menyediakan beras medium tergantung kebutuhan segmentasi dari masing-masing toko modern.

Seperti diketahui, sejak ditetapkanya HET beras pada 24 Agustus 2017 oleh Kementerian Perdagangan, kini jenis makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia terdikotomi menjadi dua bagian yakni premium dan medium. Pembagian itu berdasarkan kadar patahan yang terkandung dalam tiap kemasan beras yang dijual.

Adapun kadar patahan untuk beras medium maksimal sebesar 25% sedangkan premium 15%. Untuk beras jenis organik atau khusus tidak diatur dalam ketentuan HET dan akan dijabarkan lebih lanjut klasifikasinya oleh Kementerian Pertanian pada pekan ini.

Tag : Harga Beras
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top