Pusat Vulkanologi Belum Bisa Proyeksi Waktu Letusan Gunung Agung

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menganalisa bahwa Gunung Agung di Bali mengindikasikan energi kegempaan vulkanik yang terus meningkat dan berpotensi meletus.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 25 September 2017  |  16:50 WIB
Gunung Agung terlihat dari Karangasem, Bali, Minggu (24/9). - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menganalisa bahwa Gunung Agung di Bali mengindikasikan energi kegempaan vulkanik yang terus meningkat dan berpotensi meletus.

Namun demikian, baik pemerintah maupun seluruh ahli gunungapi di dunia, belum ada yang mampu memastikan kapan letusan akan terjadi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan pihaknya melihat tanda-tanda aktivitas gunung yang terekam secara visual dan instrumental.

"PVMBG terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Pemda dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak apabila terjadi erupsi," katanya, Senin (25/9).

Sebelumnya, hasil pengamatan pada rekaman seismograf di Gunung Agung Bali, terekam 109 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 178 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 13 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) pada 24 September 2017 pukul 00:00 hingga 06:00 WITA. Namun, gempa tersebut berskala kecil dan tidak terlalu membuat guncangan.

Tag : gunung merapi
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top