HARI STATISTIK NASIONAL: Merancang Masa Depan Statistik di Era Digital

Hari Statistik Nasional (HSN) diperingati setiap tanggal 26 September, yang disahkan Undang-Undang Perstatistikan. Hari Statistik Nasional bukan hanya milik Badan Pusat Statistik, tetapi semua masyarakat turut terlibat dalam mengupayakan terwujudnya data yang berkualitas.
<
M. Nurhadi Pratomo | 26 September 2017 11:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Hari Statistik Nasional (HSN) diperingati setiap tanggal 26 September, yang disahkan Undang-Undang Perstatistikan. Hari Statistik Nasional bukan hanya milik Badan Pusat Statistik, tetapi semua masyarakat turut terlibat dalam mengupayakan terwujudnya data yang berkualitas.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto meminta elemen bangsa untuk membangun Indonesia berlandaskan data statistik. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak dapat kerja bersama dengan menggunakan data.

“BPS menyajikan data untuk menunjukkan kondisi yang sebenarnya atau dengan kata lain memotret kondisi lewat data,” ujar pria yang akrab disapa Kecuk ini saat membuka Seminar Nasional “Merancang Format Masa Depan Pengumpulan Data Statistik dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi, di Gedung Utama BPS, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Mengingat pentingnya posisi statistik, Bisnis.com melaporkan jalannya peringatan Hari Statistik Nasional yang jatuh pada hari ini. Berikut laporannya.

12:59 WIB

Bisnis Indonesia Raih Penghargaan dari BPS

Bisnis Indonesia mendapat penghargaan dari BPS dalam perayaan Hari Statistik Nasional 2017. Harian ekonomi dan bisnis ini dinobatkan sebagai mitra media teladan dalam mempublikasikan data-data statistik sehingga penyebarannya memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha dalam mengambil keputusan di berbagai bidang kehidupan.

11:51 WIB

Bupati Bojonegoro: Data Statistik Penting Untuk Pembuatan Kebijakan Pemda

Bupati Bojonegoro Suyoto menjelaskan data BPS digunakan untuk mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak. Strategi tersebut digunakannya baik sebelum menjabat untuk kepentingan kampanye hingga saat menjalankan pemerintahan.

"Bagaimana membuat kebijakan yang tepat, cepat, dan pasti memerlukan data. Itu yang saya alami di Bojonegoro," ujarnya.

Suyoto mengungkapkan mengundang berbagai akademisi untuk menyusun kebijakan satu data. Permasalahan di daerah, sambungnya, pemerintah kesulitan dalam mencari data.

"Data ada di mana-mana namun ketika dibutuhkan tidak ada di mana-mana," jelasnya.

Dia mengungkapkan kondisi Bojonegoro berbeda dengan DKI Jakarta. Dengan luas wilayah lebih luas dari ibu kota, anggaran yang didapatkan 1/27 lebih kecil. (M. Nurhado Pratomo)

11:42 WIB

Fransciscus Welirang: Data BPS Harus Bantu Pelaku Usaha

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk., Fransciscus Welirang menyatakan BPS harus mulai berubah untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman. Dia menyebut pengusaha selalu menyinkronkan data dari berbagai sumber.

"Pola pengumpulan data bisa berubah, metodologi mungkin perlu disesuaikan, ini menjadi tuntutan," ujarnya.

Selanjutnya, dia meminta BPS harus mencari strategi untuk mendapatkan data secepat mungkin. Hal yang serupa dilakukan dunia usaha dengan membaca persaingan dengan sesama pebisnis.

"Jadi harus sinkron antara data, naratif, dan visual sehingga membantu pelaku usaha," paparnya. (Nurhadi Pratomo)

11:30 WIB

Ini Tantangan BPS ke Depan

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengakui ada banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh BPS saat ini.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh BPS adalah peningkatan kualitas data di tengah tingginya kebutuhan pengguna data saat ini dan perkembangan teknologi terkini.

"Kami siap menghadapi tantangan ini dan BPS akan memaksimalkan teknologi untuk menghadapi tantangan dalam menyajikan data yang berkualitas," ujar Kecuk.

Seminar nasional tersebut diselenggarakan BPS bertepatan dengan perayaan Hari Statistik Nasional (HSN) 2017. Penetapan itu berdasarkan ketetapan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai upaya untuk menyusun pembangunan berencana.

BPS menghadirkan narasumber dari lintas kalangan yakni pemerintahan, pengusaha, serta kementerian atau lembaga (K/L). Adapun narasumber yang hadir antara lain Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Franciscus Welirang, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik M. Ari Nugraha serta Bupati Bojonegoro Suyoto. (Maria Y Benyamin)

11:17 WIB

Data Statistik Jadi Sumber Pengambil Keputusan, BPS Dituntut Berinovasi

Henri Subiakto, Staf Ahli Menkominfo menilai data BPS masih menjadi sumber pengambil keputusan. Namun, apabila tidak berinovasi maka akan sulit.

Saat ini, sambungnya, BPS bersaing dengan big data yang tidak memerlukan survey dengan mengirimkan orang. Jumlah big data saat ini sangat besar dan dapat dicari hingga sangat detail.

Henri mengungkapkan karakter komunikasi terus berkembang. Salah satunya dengan kehadiran web 3.0 atau new big thing.

"Masyarakat tidak bisa lepas dari smartphone karena merupakan extention of life," ujarnya.

Perubahan digital, sambungnya, mendorong terjadinya disrupsi yang tidak terelakkan.

11:13 WIB

Digelar Seminar Masa Depan Statistik dengan Pemanfaatan IT

Data statistik dapat menjadi gambaran terkini berbagai kondisi mulai dari ekonomi, politik, dan sosial.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto meminta elemen bangsa untuk membangun Indonesia berlandaskan data statistik. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak dapat kerja bersama dengan menggunakan data.

“BPS menyajikan data untuk menunjukkan kondisi yang sebenarnya atau dengan kata lain memotret kondisi lewat data,” ujarnya dalam Seminar Nasional “Merancang Format Masa Depan Pengumpulan Data Statistik dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Seminar nasional yang diselenggarakan BPS bertepatan dengan perayaaan hari statistik nasional (HSN) 2017. Penetapan itu berdasarkan ketetapan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai upaya untuk menyusun pembangunan berencana.

BPS menghadirkan narasumber dari lintas kalangan yakni pemerintahan, pengusaha, serta kementerian atau lembaga (K/L). Adapun narasumber yang hadir antara lain Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik M. Ari Nugraha serta Bupati Bojonegoro Suyoto.

Tag : bps
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top