Menteri Basoeki Dapat Penghargaan IAGI 2017

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono menerima penghargaan IAGI 2017 dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).
Yanita Petriella | 27 September 2017 06:47 WIB
Menteri Basoeki naik motor susuri aliran air - Yanita Petriela

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono menerima penghargaan IAGI 2017 dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Penghargaan tersebut atas pengabdiannya sebagai geolog yang telah mampu memberi karya nyata melalui berbagai pembangunan infrastruktur yang secara langsung memberi dampak pertumbuhan ekonomi nasional dan berujung pada kesejahteraan rakyat.

Basoeki mengapresiasi IAGI atas penghargaan yang diberikan kepadanya dan menjadi pemacu untuk bekerja lebih baik lagi dalam penyediaan infrastruktur yang sangat dibutuhkan rakyat Indonesia.

Menurut dia, ahli geologi bukan hanya dibutuhkan dalam eksplorasi dan eksoploitasi sumber daya alam seperti migas, melainkan juga mampu memberi dukungan bagi pembangunan nasional dibidang infrastruktur.

Peran para ahli geologi dalam pembangunan infrastruktur bukan hanya sebagai pendukung namun karena ikut menentukan keselamatan dalam pembangunan infrastruktur dan memberikan panduan.

"Dalam siklus konstruksi peran ahli geologi banyak terlibat saat survey dan investigasi, desain, perencanaan dan program pembangunan infrastruktur," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (27/9/2017).

Basoeki menyebut, pembangunan infrastruktur yang menjadi program prioritas nasional banyak menemui kondisi alam yang membutuhkan kontribusi keilmuan para ahli geologi.

Berbagai jenis batuan dan tanah dapat ditemukan di Indonesia dimana salah satunya adalah tanah lunak dan gambut. Selain itu Indonesia juga terletak dalam area Ring of Fire dan negara dengan curah hujan yang relatif tinggi.

"Untuk mengatasi tantangan tersebut, PUPR melakukan banyak inovasi untuk menangani longsoran di ruas jalan strategis dan Jembatan Cisomang yang merupakan suatu tantangan bagi ilmu geologi," ucap Basoeki.

Permasalahan Jembatan Cisomang akibat permasalahan Batu Serpih/Clay Shale telah berhasil diselesaikan berkat peran ilmu geologi.

Enam tahapan penanganan dilakukan pada Jembatan Cisomang yakni unloading tanah, jacketing pilar, Fiber Reinforced Polymer ( FRP), Bored Pile, Strutting Baja P2-P3, serta Grouting pada pilar.

Tantangan kondisi geologi yang unik di Indonesia turut dijumpai di pembangunan terowongan jalan tol pertama di Indonesia, yakni Terowongan Tol Cisumdawu. Metode penggalian terowongan menggunakan sistem NATM 3-Bench and 7- Step dengan kondisi geologi Tanah Vulkanis, kombinasi batu dan tanah dalam satu formasi.

Pembangunan Tol Cisumdawu secara keseluruhan diperkirakan akan selesai pada tahun 2020.

Basoeki menambahkan, Kementerian PUPR bersama lembaga lainnya juga telah berhasil menyusun peta gempa terbaru sebagai landasan dalam melakukan perencanaan infrastruktur.

Tag : Kementerian PUPR
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top