Jaya Coaching, Pengusaha Muda DKI Diarahkan Garap Pasar Global

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya) menilai potensi pengusaha muda di Ibu Kota sangat besar untuk menjadi eksportir di tingkat global.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 27 September 2017  |  16:55 WIB
Ketua Bidang Perdagangan dan Perindustrian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya Eric Indra Kurniawan (kiri) bersama Sekretaris Dinas UMKM DKI Jakarta Jhonson Siregar, Dinas UMKM DKI Jakarta Badja Raja Siregar, Ketua Panitia Jaya Coaching Ratna Sari berbincang saat acara Jaya Coaching bertema Pengenalan Ekspor Impor untuk UMKM" di Jakarta Creative HUB, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/17 - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya) menilai potensi pengusaha muda di Ibu Kota sangat besar untuk menjadi eksportir di tingkat global.

"Ekspor itu tidak sulit, tetapi pengusaha muda anggota Hipmi Jaya belum mengenali kegiatan ekspor impor," kata Eric Indra Kurniawan, Ketua bidang Perindustrian dan Perdagangan Hipmi Jaya.

Oleh karena itu, sambungnya, Hipmi Jaya menggelar acara Jaya Coaching bertema Pengenalan Ekspor Impor untuk UMKM di Jakarta Creative Hub, Rabu (27/9/2017).

Dia menjelaskan, banyak sekali pengusaha muda yang bagus dan punya potensi menjadi eksportir global.

Menurut Eric, sebenarnya produk pengusaha muda anggota Hipmi sudah sangat layak diekspor, tetapi mereka selama ini lebih asyik dan nyaman bermain di pasar domestik.

"Produk bagus, tetapi mereka belum pernah ekspor. Kami menggelar acara coaching untuk pengenalan ekspor," tegasnya

Produk mereka yang sudah layak ekspor, seperti kopi, furnitur, tas, peralatan olahraga. Dia menyebutkan, ada produk menarik yakni tas bermerek Jera yang dihasilkan oleh para narapidana.

"Kami yakin semua barang layak ekspor. Tinggal jodoh-jodohan alias siap kawin dengan mitra di luar negeri. Cocok atau tidak"

Eric menjelaskan, anggota Hipmi Jaya akan lebih diarahkan mengekspor produk di luar tekstil dan migas.

Dia mengungkapkan, hanya sekitar 5%-10% dari sekitar 3.000 anggota Hipmi Jaya yang sudah melakukan ekspor di sejumlah negara, yakni Eropa, Jepang, AS, dan Asia Tenggara.

"Untuk kopi kami mengandalkan kopi Luwak yang sudah dites oleh chef ahli. Ini akan dipamerkan di event Trade Expo di ICE BSD," ungkapnya.

Ratna Sari, ketua panitia acara, mengatakan sejauh ini belum mendata berapa banyak volume dan nilai ekspor yang sudah ditangani oleh pengusaha muda anggota Hipmi Jaya.

"Acara kali ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tetapi memberikan wawasan anggota. Kali ini soal ekspor impor. Berikutnya, kami akan menggelar event lain dengan tema berbeda," ungkapnya.

Dia menjelaskan, acara Jaya Coaching ini akan dilakukan secara berkesinambungan di bawah pengurusan Ketua Umum Hipmi Jaya Afi Kalla. Dia menambahkan, dalam 3 tahun ke depan diharapkan akan muncul pengusaha muda tangguh yang mampu  memberikan kontribusi kepada ekonomi DKI, serta ekonomi nasional.





Tag : eksportir
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top