Grup Minor Targetkan Pembangunan Hotel di Ubud Tuntas 2019

Minor Hotels Group menargetkan pembangunan hotel di Ubud dan ditargetkan rampung pada 2019.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 28 September 2017  |  00:10 WIB
Ubud. - .Indonesia Travel

Bisnis.com, JAKARTA- Minor Hotels Group menargetkan pembangunan hotel di Ubud dan ditargetkan rampung pada 2019.

Sebelumnya, Minor Hotels Group di bawah merek Anantara telah memiliki dua properti di Bali yakni Anantara Seminyak Bali Resort dan Anantara Uluwatu Bali Resort.

Mark Alan Thomson, Director of Public Relations & Communications Minor Hotels Regional Office Asia, mengatakan prospek industri perhotelan di Indonesia cukup signifikan bagi bisnis Grup Minor Hotel ke depan. Apalagi, Pemerintah Indonesia saat ini tengah menggenjot ketersediaan infrastruktur untuk meningkatkan potensi pariwisata domestik.

Dia mencontohkan properti yang dikelola Minor Hotels Group di Bali memiliki perbedaan segmen jika dipisahkan berdasarkan kewarganegaraan. Anantara Seminyak Bali Resort lebih banyak membidik turis domestik, sedangkan Anantara Uluwatu Bali Resort lebih banyak dikunjungi oleh wisman.

 “Posisi properti Bali memang sangat menentukan segmen pasar kami. Anantara Uluwatu Bali Resort misalnya, tamu banyak berasal dari Australia dan Eropa karena kawasan Uluwatu sering didatangi oleh turis asing,” katanya kepada Bisnis.

Namun, di Seminyak, properti yang dikelola oleh Minor Hotels Group ini diuntungkan dengan posisi Seminyak sebagai salah satu pusat keramaian di Bali sehingga banyak wisatawan domestik yang menginap di sana.

Khusus untuk properti barunya di Ubud, dia mengemukakan ekspansi kali ini akan meramaikan segmen pasar yang dibidik oleh Anantara, karena kawasan Ubud tergolong bukan pusat keramaian atau pariwisata di Bali.

 “Targetnya memang membidik ke kalangan yang menginginkan adanya relaksasi dan suasana yang hening. Saya kira Ubud adalah kawasan yang cocok untuk itu,” tuturnya.

Saat ini, properti milik Minor Hotels dan yang dikelola korporasi ini sudah mencapai 155 hotel dengan 20.000 kamar yang tersebar di 24 negara antara lain Thailand, Sri Lanka, Vietnam, Australia, Timur Tengah, dan Afrika.

Korporasi itu memiliki sejumlah merek yang dimiliki atau dikelola antara lain Anantara, Avani, Oaks, Tivoli, Elewana Collection, Four Seasons, JW Marriott, St. Regis, Radisson Blu. Hingga 2020, Mark menyebutkan sekitar 50 properti akan dibangun di beberapa negara misalnya Abu Dhabi, Korea Selatan, dan Argentina.

 

Tag : hotel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top