Sany Heavy Industry Bakal Bangun Pabrik Perakitan di Indonesia

Sany Heavy Industry, produsen transportasi alat berat asal China tengah menjajaki rencana pembangunan pabrik perakitan di Indonesia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 September 2017  |  10:25 WIB
Sany Heavy Industry - Mia Chitra Dinisari

Bisnis.com, CHANGSA-Sany Heavy Industry, produsen transportasi alat berat asal China tengah menjajaki rencana pembangunan pabrik perakitan di Indonesia.

Saat ini, menurut Asisten Presiden Direktur of The Presiden Office Sany Chen Jing rencana tersebut masih dalam proses diskusi antara perusahaan dan pemerintah Indonesia. Dia mengatakan pabrik tersebut rencananya akan dibangun di kawasan industri Karawang Jawa Barat.

"Kami masih belum bisa disclosed karena masih dalam proses diskusi,," ujarnya di Changsa dalam kunjungan delegasi media Asia Tenggara ke China.

Daisy Liu, Brand Management CEao office Event planning Manager Sany mengatakan perusahaan telah membeli tanah di area tersebut seluas 400.000 meter persegi, namun saat ini belum tergarap karena masih menunggu keputusan negoisasi perusahaan dengan pemerintah Indonesia.

Rencananya, katanya, mereka akan membangun pabrik perakitan di Karawang Jawa Barat, untuk distribusi ke kawasan Asia ke depannya. Sementara, untuk komponen, masih akan dikirim dari China ke Indonesia.

Daisy mengatakan alasan perusahaan memilih Indonesia sebagai tempat perakitan karena saat ini permintaan produk mereka cukup tinggi. "Terutama untuk produk tipe drilling truck, pump truck, dan crane truck," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan market share Sany di Indonesia sendiri saat ini cukup besar yakni 30%, terutama dengan tingginya tiga produk tersebut.

Selama ini, kegiatan konstruksi yang didukung oleh produk Sany di Indonesia umumnya pembangunan real estate dan perkantoran. Lokasinya sendiri berada di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Secara umum, Sany memiliki empat pasar utama di dunia, yakni di Jerman, Amerika Serikat, India dan Brasil.

Adapun produk yang diproduksi antaralain drilling truck, crane truck, pump truck, bullet safety, dan eksavator. Saat ini mereka telah menerapkan ECC atau Enterprise Control Centre
dalam produknya yang memantau sistem teknologi yang digunakan untuk memonitor kerusakan dalam jarak jauh. Beberapa produk mereka juga menggunakan teknologi black box. Salah satu proyek yang didukung oleh alar berat produksi Sany adalah gedung Burj Khalifa di Dubai.

Jing mengatakan perusahaannya menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan kompetitornya, meski demikian tidak mengabaikan kualitasnya.

Selama ini, katanya, mereka juga memanfaatkan banyak tenaga lokal hingga 85% di pabrik perakitan yang dimilikinya

Tag : pabrik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top