Jonan Optimistis Capaian PNBP ESDM Pada 2017

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan optimistis pada capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di 2017.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 28 September 2017  |  14:08 WIB
Aktivitas pekerja tambang di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan optimistis pada capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di 2017.

Menurutnya, untuk sektor ESDM, terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi capaian PNBP. Pertama, tutur Jonan, faktor harga komoditas yang tidak bisa dikendalikan pemerintah. Untuk komoditas mineral, batubara dan minyak mengacu pada harga di pasar internasional.

Dia menyebut faktor harga ini juga yang membuat capaian PNBP migas sangat kontras bila dilihat dari tahun 2014 sampai 2017. Pada 2014, capaian PNBP migas sebesar Rp320,35 triliun atau tertinggi bila dibandingkan dengan tahun berikutnya ketika harga minyak turun.

Dari data Kementerian ESDM, capaian PNBP migas pada 2015 susut menjadi Rp122,52 triliun dan terus turun pada 2016 menjadi Rp83,83 triliun ketika harga minyak di kisaran US$40 per barel. Harga minyak saat ini, dia menilai, masih rendah meskipun lebih tinggi bila dibandingkan tahun lalu.

Dikutip dari Bloomberg, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$52,2 per barel dan Brent US$57,7 per barel. Dengan perbaikan harga itu, dia optimistis dengan capaian PNBP ESDM di sisa tahun 2017.

Kedua, faktor yang juga menentukan capaian PNBP yakni kuantitas yang berasal dari volume produksi sumber daya. Bila dilihat dari postur PNBP, porsi PNBP migas mendominasi dibandingkan sektor mineral dan batubara juga energi bersih.

Dari data Kementerian ESDM, pada 2014 PNBP migas tercapai Rp320,25 triliun ketika energi baru terbarukan (EBT) capaiannya Rp750 miliar dan minerba Rp35,4 triliun. Pada 2015, capaian PNBP migas menyentuh Rp122,52 triliun ketika PNBP dari EBT Rp880 miliar dan minerba Rp29,63 triliun.

Pada 2016, realisasi PNBP migas Rp83,88 triliun, EBT Rp930 miliar dan minerba Rp27,21 triliun. Untuk 2017, hingga September, tercatat, PNBP migas Rp92,43 triliun, EBT Rp530 miliar dan minerba Rp25,73 triliun.

"Penerimaan negara mestinya melebihi target yang ada di APBNP 2017. Ini prestasinya separuh lah karena harga pasar dunia," katanya dalam jumpa pers capaian sektor ESDM September 2014-September 2017, Kamis (28/9/2017).

Tag : migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top