Ini Alasan Target Lifting Gas 2017 Bisa Tercapai

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan target produksi siap jual atau lifting gas bisa tercapai di sisa tahun 2017. Berikut alasannya menurut Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 28 September 2017  |  20:45 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan target produksi siap jual atau lifting gas bisa tercapai di sisa tahun 2017. Berikut alasannya menurut Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar.

Menurut Sukandar, mencapai target lifting gas akan lebih mudah karena terdapat lapangan-lapangan gas yang sedang dikembangkan. Adapun, di tahun ini, terdapat lapangan gas yang memulai produksinya yang berkontribusi mengerek capaian lifting gas.

Salah satu yang cukup besar volumenya, ujar Sukandar, Lapangan Jangkrik, Blok Muara Bakau di Selat Makassar. Lapangan gas yang dioperatori Eni Muara Bakau BV itu kini menghasilkan gas 450 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Adapun, untuk lifting gas ditetapkan target 1.150 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd) dan diproyeksikan akan menyentuh sekitar 1.265 ribu boepd di akhir 2017. Realisasinya sampai Agustus 2017 mencapai 1.134 ribu boepd.

\"Kalau gas kenapa produksi naik karena banyak di-develop ladang-ladang baru yang menghasilkan gas, misalnya Jangkrik,\" ujarnya usai menghadiri paparan capaian sektor ESDM September 2014-September 2017 di Kementerian ESDM, Kamis (28/9/2017).

Sebelumnya, dalam acara diskusi Pertambangan dan Energi Expo, Sukandar menyebut produksi Lapangan Jangkrik bisa menyentuh 600 MMscfd. Tujuan penambahan produksi yakni untuk meningkatkan utilisasi kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Bontang yang kini hanya terpakai 50%.

Untuk potensi produksi gas, menurutnya lapangan gas dalam negeri bisa menyentuh 4.000 MMscfd. Potensi dengan menghitung asumsi kontribusi proyek Masela dan Indonesian Deepwater Development (IDD).

\"Kami berjanji akan cepat sehingga nantinya akan stabil di 600 MMscfd. Goal kami mengutilisasi Bontang LNG plant, hari ini hanya terutilized separuh,\" katanya.

Tag : lifting minyak
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top